SUARA PEKANBARU - Sudah jadi impian bagi siapa saja untuk mendapat beasiswa S2. Dengan beasiswa yang didapat, selain menambah ilmu, juga bisa meraih banyak peluang kerja serta wawasan dan pengalaman.
Dengan banyaknya hal baru yang akan didapat, maka tidak jarang banyak orang yang mencari info beasiswa S2 di banyak bidang.
Untuk bisa mewujudkan mimpi melanjutkan kuliah, saat ini banyak lembaga menyediakan beasiswa untuk kuliah di dalam negeri maupun luar negeri.
Nah, semua tergantung pada minat yang dimiliki oleh kamu, akapah mau melanjutkan S2 di dalam negeri atau di luar negeri.
Untuk bisa mencari informasi beasiswa dalam dan luar negeri, berikut informasi lembaga penyedia beasiswa studi S2.
6 Lembaga Penyedia Beasiswa S2 Luar Negeri
1. LPDP
Hingga saat ini Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menjadi satu di antara lembaga beasiswa yang banyak diminati.
LPDP adalah lembaga beasiswa bawah Kementerian Keuangan, untuk memberikan kesempatan Pendidikan kepada insan terbaik bangsa.
Untuk tahun 2023 LPDP mengalokasikan anggaran program beasiswa untuk 3.256 mahasiswa.
Sebaiknya, sebelum mendaftar beasiswa LPDP, kamu menyiapkan terlebih dahulu syarat wajib yang harus dimiliki, yakni dokumen pendukung seperti Ijazah, sertifikat TOEFL/IELTS/TOAFL dan lain-lain tergantung jalur apa yang hendak kamu tempuh.
Beikut adalah link akses website resmi LPDP Kemenkeu (https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id./index.php/site/login)
Beasiswa Australia Awards, yang diselenggarakan oleh pemerintah Australia untuk warga negara Indonesia yang ingin mengejar pendidikan di negara tersebut, sangat diminati oleh banyak individu.
Beasiswa ini menarik perhatian banyak orang karena persyaratannya tidak terlalu ketat, hanya memerlukan IPK minimal 2,9 dan sertifikat IELTS dengan skor 5,5.
Penerima Australia Awards akan mendapatkan manfaat beasiswa lengkap, termasuk akomodasi, tiket penerbangan, biaya kuliah, dan pelatihan bahasa Inggris sebelum berangkat.
Untuk informasi lebih lanjut tentang beasiswa S2 Australia Awards, Anda dapat mengunjungi situs web resmi mereka di (https://www.australiaawardsindonesia.org/) atau mengikuti akun Instagram mereka di (https://www.instagram.com/australiaawards/).
3. Chevening
Selanjutnya, Inggris adalah destinasi yang populer bagi para mahasiswa yang ingin mengejar studi S2, dan pemerintah Inggris menyediakan beasiswa Chevening untuk mendukung mereka.
Persyaratan untuk beasiswa S2 ini relatif tidak rumit, termasuk memiliki gelar sarjana dengan nilai setidaknya upper second class (setara IPK 3,3), serta pengalaman kerja minimal dua tahun, baik sebagai relawan maupun dalam bentuk magang.
Chevening memberikan manfaat beasiswa penuh, termasuk biaya pendidikan, tiket penerbangan pulang pergi, dan akomodasi selama masa studi di Inggris. Informasi lebih lanjut tentang beasiswa Chevening dapat ditemukan di (https://www.chevening.org/).
Bagi mereka yang memiliki minat dalam studi seni dan berencana untuk melanjutkan ke tingkat S2, AMA Scholarship adalah pilihan yang tepat.
Beasiswa ini diselenggarakan oleh Korean National University of Arts dan mendukung pendidikan seni, terutama untuk negara-negara berkembang di Asia, termasuk Indonesia.
Salah satu persyaratan adalah memiliki sertifikat bahasa Korea (TOPIK) yang sesuai dengan program studi yang dipilih.
AMA Scholarship menyediakan fasilitas lengkap, termasuk uang bulanan, biaya penerbangan, pelatihan bahasa Korea, dan biaya studi selama di Korea. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di laman web mereka (https://www.karts.ac.kr/en/karts/ama.do).
5. StuNed
Sementara itu, bagi yang berminat melanjutkan studi di Eropa, khususnya di Belanda, ada beasiswa StuNed yang diselenggarakan oleh pemerintah Belanda. Beasiswa ini mencakup akomodasi dan biaya kuliah.
Untuk memenuhi persyaratan, Anda hanya perlu memiliki sertifikat IELTS dengan skor minimal 6,5 dan surat penerimaan (Letter of Acceptance) dari universitas di Belanda, serta izin dari tempat kerja. Beasiswa ini ditujukan terutama untuk pekerja profesional dengan pengalaman kerja 3-4 tahun, namun tidak semua pekerja memenuhi syarat. Beasiswa ini tidak tersedia bagi mereka yang bekerja di perusahaan multinasional atau NGO internasional. Informasi lebih lanjut tentang StuNed dapat ditemukan di (https://www.studyinnl.org/neso-indonesia).
6. Fulbright
Sekarang, bagi mereka yang tertarik untuk melanjutkan studi di Amerika Serikat, ada kesempatan untuk mengikuti beasiswa Fulbright. Fulbright adalah salah satu program beasiswa yang dikelola oleh AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation). Proses seleksi beasiswa ini cukup ketat, dengan persyaratan dokumen yang harus dipenuhi, termasuk tujuan studi, pernyataan pribadi, surat rekomendasi dari dosen atau atasan, dan lainnya.
Selain itu, IPK minimal yang dibutuhkan adalah 3,00, dan Anda harus mencapai skor 550 di TOEFL ITP atau setara dengan IELTS. Informasi lebih lanjut tentang beasiswa Fulbright dapat ditemukan di laman Fulbright (https://www.aminef.or.id/grants-for-indonesians/fulbright-programs/scholarship/fulbright-masters-degree-scholarship/). (*)