SUARA PEKANBARU - Selama proses seleksi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil), ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari agar Anda tidak melanggar aturan dan menjaga integritas dalam proses seleksi.
Melanggar aturan-aturan tersebut selama proses seleksi CPNS dapat berakibat pada diskualifikasi Anda dan bahkan tindakan hukum. Oleh karena itu, penting untuk menjalani seleksi dengan jujur, etika, dan integritas yang tinggi.
Misal, menyogok atau memberi hadiah kepada pihak yang terlibat dalam seleksi.
Ini termasuk memberi uang atau barang kepada panitia seleksi, pejabat, atau siapa pun yang terlibat dalam proses seleksi. Tindakan ini ilegal dan dapat mengakibatkan diskualifikasi Anda.
Kemudian plagiat atau penjiplakan selama proses tahapan seleksi. Jangan mencuri atau menyalin jawaban atau pekerjaan orang lain. Ini mencakup menyusun atau mengirimkan karya yang bukan hasil kerja Anda sendiri.
Selain itu ada beberapa hal yang yang jangan dilakukan. Berikut adalah beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat mengikuti seleksi CPNS sebagaimana dirangkum dari beberapa artikel suara.com:
1. Kecurangan saat ujian
Hindari mencontek atau melakukan kecurangan saat mengikuti ujian. Penyelenggara sering memiliki sistem pengawasan yang ketat, termasuk pemantauan dengan kamera dan petugas pengawas.
2. Penyebaran informasi palsu atau hoaks
Baca Juga: 8 Penyebab Kegagalan Kamu Saat Seleksi CPNS dan PPPK, Termasuk Lemah Mental dan Fisik
Jangan menyebarkan informasi palsu atau hoaks terkait seleksi CPNS. Ini dapat merusak reputasi Anda dan mengganggu proses seleksi.
3. Melanggar peraturan administrasi
Pastikan Anda mematuhi semua peraturan administrasi yang berlaku dalam proses seleksi, seperti waktu pengumpulan dokumen atau persyaratan lainnya.
4. Berkomunikasi dengan panitia seleksi atau petugas dengan cara yang tidak semestinya
Hindari menghubungi panitia seleksi atau petugas terkait seleksi secara pribadi untuk meminta keuntungan tertentu atau informasi yang seharusnya tidak Anda ketahui.
6. Tidak membaca dan mengikuti petunjuk dengan baik