Suara Ponorogo - Kementerian Agama (Kemenag) memberikan jaminan kepada seluruh jamaah haji bahwa mereka dilindungi oleh undang-undang dalam setiap tahapan pelaksanaan ibadah haji.
Hal ini disampaikan oleh Nurul Huda, Kepala Kantor Kemenag Ponorogo, kepada wartawan
Nurul Huda menegaskan bahwa jamaah haji memiliki hak-hak yang dijamin oleh undang-undang, termasuk perlindungan, keamanan, dan pembinaan.
"Siapapun yang menjadi jamah haji, mereka berhak mendapatkan perlindungan yang dijamin oleh undang-undang. Kami berkomitmen untuk memastikan kesejahteraan dan keselamatan jamaah haji dalam setiap tahapan perjalanan ibadah haji," ungkapnya.
Salah satu bentuk perlindungan yang diberikan adalah asuransi. Nurul Huda menjelaskan bahwa jika seorang jamaah haji meninggal dunia di tanah suci, maka keluarganya berhak menerima asuransi.
Bahkan, jika terjadi kejadian yang tidak diinginkan di pesawat saat perjalanan, jamaah haji juga akan mendapatkan dua jenis asuransi, yakni asuransi pesawat dan asuransi jamaah haji.
Meskipun belum ada informasi pasti mengenai jumlah jamaah haji asal Ponorogo yang meninggal dunia selama perjalanan ibadah haji tahun ini,
Nurul Huda memastikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan Panitia Penyelenggara Haji dan Umrah (PPHI).
"Hingga saat ini, kami mendapatkan informasi bahwa kondisi jamaah haji dari Ponorogo baik, memang ada yang meninggal dunia, 1 jemaah, selain itu hingga saat ini semua jemaah dalam keadaan sehat wal afiat, senang, dan bahagia," tambahnya.
Baca Juga: Erick Thohir Tuai Pro dan Kontra Soal Adakan Turnamen Antarnegara Muslim
Menanggapi mengenai proses pencairan asuransi bagi jemaah haji yang meninggal, Nurul Huda menyebutkan bahwa setelah ibadah haji selesai, keluarga jamaah haji yang meninggal harus melengkapi persyaratan yang telah ditentukan sebelum mengajukan permohonan pencairan.
Namun, dia menegaskan bahwa proses tersebut cukup mudah untuk dijalani.
"Kami telah menyederhanakan prosedur tersebut agar keluarga jamaah haji yang meninggal dapat dengan mudah mengurusnya," jelas Nurul Huda.
Nurul Huda juga menambahkan bahwa proses pencairan dana asuransi haji tidak akan memakan waktu lebih dari satu bulan setelah persyaratan lengkap diajukan.
Dengan adanya perlindungan undang-undang dan fasilitas asuransi yang diberikan oleh Pemerintah, diharapkan jamaah haji merasa aman dan tenang dalam menjalankan ibadah haji mereka.
Pemerintah terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jamaah haji guna memastikan kelancaran dan kesuksesan ibadah haji tahun ini.