Suara Ponorogo – Ribu warga Ponorogo, Jawa Timur, bergembira melihat Kirab Pusaka yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam rangka menyambut tahun baru Islam, 1 Muharram 1445 Hijriah.
Kirab tersebut melibatkan semua pejabat teras di Kabupaten Ponorogo dan menjadi momen penting bagi masyarakat untuk merayakan warisan budaya serta mengambil hikmah dari pusaka yang dikirab.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menyampaikan berbagai pesan dan makna terkait kirab pusaka yang melibatkan Songsong Tunggul Wulung, Tombak Tunggul Nogo, dan Angkin Cinde Puspito.
Dalam pandangannya, kirab pusaka ini memiliki simbol dan pesan yang mendalam. "Misalnya, spirit kebersamaan adalah payung yang baik, dimana pemimpin harus mampu memberikan perlindungan kepada yang dipimpin, agar suasana menjadi teduh," ujarnya penuh semangat, Selasa (18/7/23).
Pusaka pertama yang dikirab adalah Songsong Tunggul Wulung, yang melambangkan kepemimpinan yang tajam dan berani mengambil risiko. Bupati Sugiri Sancoko menjelaskan,
"Tombak ini mengajarkan pemimpin untuk berani mengambil risiko dan berinovasi." Ia mengajak para pemimpin di Ponorogo untuk menunjukkan keberanian dalam mengambil keputusan dan berinovasi demi kemajuan daerah.
Tak kalah berarti, Angkin Cinde Puspito yang juga ikut dalam kirab memberikan pesan yang mendalam. Bupati Sugiri Sancoko menyebutkan, "Mengencangkan ikat pinggang secara simbolis berarti menghindari keserakahan dan sewenang-wenang, semata-mata melayani masyarakat." Pesan ini mengingatkan bahwa tanggung jawab seorang pemimpin adalah melayani masyarakat dengan tulus dan tidak melupakan kepentingan umum.
Menyambut tahun baru Islam, Bupati Sugiri Sancoko mengajak seluruh masyarakat untuk merenung dan memperbaiki diri. "Mari bersama-sama merenung dan melihat kembali apa yang telah kita lakukan. Jangan hanya fokus pada keberhasilan di masa depan, tetapi tetaplah optimis," tutur Bupati Sugiri Sancoko.
Kirab pusaka di Ponorogo menjadi momen yang membangkitkan semangat dan menggali makna mendalam dari warisan budaya. Pesan-pesan dari Bupati Sugiri Sancoko mengajak seluruh masyarakat Ponorogo untuk menjaga kebersamaan, berani mengambil risiko, melayani dengan tulus, bersatu, berbagi kebaikan, dan tetap optimis dalam menghadapi tantangan ke depan.
Baca Juga: Warga Curhat ke Anies Kampung Susun Akuarium Belum Bisa Dihuni, Heru Budi Beberkan Alasannya