ponorogo

Mengungkap Makna Larung Sesaji dan Ritual Doa di Telaga Ngebel: Tradisi Masyarakat Adat Desa Ngebel, Ponorogo

Ponorogo Suara.Com
Rabu, 19 Juli 2023 | 16:28 WIB
Mengungkap Makna Larung Sesaji dan Ritual Doa di Telaga Ngebel: Tradisi Masyarakat Adat Desa Ngebel, Ponorogo
Ritual 1 suro di Ponorogo ((ponorogo.suara.com/dedy.s))

Suara Ponorogo - Setiap 1 Suro, Masyarakat Adat Desa Ngebel di Ponorogo menggelar acara ritual yang penuh makna, yaitu Larung Sesaji dan Risalah Doa di Telaga Ngebel. Tradisi yang telah berlangsung bertahun-tahun ini menarik perhatian banyak wisatawan dari berbagai daerah.

Larung sesaji, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari spiritualitas masyarakat di lereng Gunung Wilis ini, memiliki makna tersendiri. Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala kenikmatan yang diberikan. Sebelumnya, dilakukan juga doa bersama sebagai bentuk penghormatan.

Tumpengan dilarung di danau ngebel [ponorogo.suara.com/dedy.s]
Tumpengan dilarung di danau ngebel (sumber: ponorogo.suara.com/dedy.s)

Ritual larung sesaji dimulai dengan pembuatan tumpeng berukuran besar oleh masyarakat adat Ngebel. Tumpeng tersebut kemudian dilarung dan ditenggelamkan di tengah-tengah telaga. Sebelum dilarung, tumpeng diarak mengelilingi telaga.

Tidak hanya satu, namun ada empat tumpeng yang dipersiapkan. Tiga tumpeng lainnya tidak dilarung, melainkan dipurak atau dijadikan rebutan warga.

Makna dari larung sesaji sebenarnya merupakan bagian dari tradisi dan diimplementasikan dalam bentuk doa. "Ini bagian dari nguri-uri atau melestarikan tradisi, selain wujud betapa bersyukurnya kita kepada Allah atas semua berkah yang diberikan," kata Sugiri Sancoko, Bupati Ponorogo, kepada ponorogo.suara.com, Rabu (19/7/23)

Bupati menegaskan pentingnya melestarikan tradisi ini dan berencana untuk mengembangkannya. Salah satu rencananya adalah menambah jumlah tumpeng yang dipurak. "Tradisi ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, jadi harus dikonsep dengan baik," tambahnya.

Selain tumpeng yang dilarung, beberapa tumpeng lainnya dipurak atau dijadikan rebutan oleh warga. Sebagian orang percaya bahwa mendapatkan buah atau sayur dari tumpeng tersebut dapat mendatangkan keberkahan. "Dapat buah dan sayur. Semoga bisa membawa keberkahan bagi saya, meski mendapatkannya harus berdesak-desakan," ujar Nanda, salah satu wisatawan asal Jawa Tengah yang turut hadir.

Tradisi Larung Sesaji dan Risalah Doa di Telaga Ngebel tidak hanya menjadi kegiatan spiritual bagi masyarakat adat Ngebel, tetapi juga memikat minat para wisatawan. Diharapkan, kegiatan ini terus dikembangkan dengan baik sehingga dapat menjadi daya tarik wisata religi yang unik di Ponorogo.
 

Baca Juga: Lucu! Seorang Wanita Brasil Selamat dari Perampokan Berkat Foto Jin BTS

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI