Hutan Lindung Belasan Hektar Terbakar Hebat di Ponorogo Mengancam Sumber Air

Ponorogo | Suara.com

Sabtu, 12 Agustus 2023 | 07:56 WIB
Hutan Lindung Belasan Hektar Terbakar Hebat di Ponorogo Mengancam Sumber Air
Hutan lindung terbakar (ponorogo.suara.com/dedy.s)

SUARA PONOROGO - Kebakaran hebat melanda belasan hektar hutan lindung yang dimiliki oleh Perum Perhutani di Gunung Thok Pare, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Jumat malam.

Kebakaran ini mengancam tanaman jati dan alba yang telah berusia lebih dari 20 tahun, serta merusak habitat alamiah. Tak hanya itu, ancaman terhadap sumber air warga di lereng gunung juga semakin mengkhawatirkan.

Api dengan cepat membakar rumput ilalang dan tanaman rimba campur yang menyusun hutan lindung, menciptakan kobaran yang sulit dikendalikan oleh petugas. Lokasi yang sulit dijangkau dan medan terjal menjadi kendala utama dalam upaya pemadaman.

Warga yang tinggal di sekitar gunung berupaya melakukan pemantauan agar api tidak merembet ke pemukiman mereka. Namun, penyebab pasti kebakaran ini masih menjadi misteri. Apakah api ini sengaja dibakar atau memiliki penyebab lain, warga belum dapat memastikan.

Kebakaran ini pertama kali terdeteksi di Gunung Beruk, Kecamatan Balong, dan kemudian meluas ke Gunung Thok Pare di Kecamatan Jambon. Selama beberapa hari, api terus membesar dan merambah luas, membakar lahan hingga mencapai 12 hektar, termasuk petak 29 milik KPH Madiun.

Warga yang tinggal di lereng gunung merasa cemas akan dampak jangka panjang dari kebakaran ini. Salah satu warga, Soeran, mengungkapkan keprihatinannya,

"Yang dikhawatirkan warga apa sih pak? Kalau dampaknya nanti air susah, cari makan ternak pun susah." jelasnya

Slamet Tukul, Kepala Urusan Desa di wilayah tersebut, mengungkapkan bahwa kendala utama dalam pemadaman adalah medan yang terjal dan berbahaya.

"Kebakaran hutan ini sejak semalam karena ada angin ini posisi dari poko, sendang jambon. Karena ada angin, terus meluncur ke arah Sidoharjo. Untuk pemadaman karena lokasinya agak jauh otomatis nggak ada pemadaman. Sulit lokasinya. Gimana pak lokasinya terjal, berbahaya atau gimana. Terjal, berbahaya, agak jauh dari pemukiman." ungkapnya

Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo telah melakukan upaya untuk menjaga agar api tidak merembet ke pemukiman warga. Danang Wisnu dari Pusdalops BPBD Ponorogo menjelaskan,

"Kendala untuk pemadaman ialah medan terjal, sangat curam dan banyak tebing. Saat ini, apa yang dilakukan BPBD adalah pemantauan. Soalnya jauh dari pemukiman, sedangkan Perhutani sendiri sudah di atas melakukan pemadaman."

Saat ini, api masih terus membesar dan meluas hingga jumat tengah malam. Tiupan angin yang kuat turut memperburuk situasi, menghambat upaya pemadaman.

Masyarakat berharap agar petugas terkait dan perusahaan hutan segera mengambil langkah tegas untuk memadamkan api dan menjaga sumber air serta habitat alamiah yang terancam oleh kebakaran ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sinyal Golkar Bergabung dalam Koalisi Prabowo untuk Pilpres 2024: Respon Mengejutkan Ketua DPD Jatim!

Sinyal Golkar Bergabung dalam Koalisi Prabowo untuk Pilpres 2024: Respon Mengejutkan Ketua DPD Jatim!

| Jum'at, 11 Agustus 2023 | 19:24 WIB

Sarmuji Menguat: Calon Gubernur Jatim Semakin Mengerucut Menurut Survei

Sarmuji Menguat: Calon Gubernur Jatim Semakin Mengerucut Menurut Survei

| Jum'at, 11 Agustus 2023 | 18:04 WIB

Sinyal PKS Dukung Anies Baswedan dan AHY sebagai Duet Capres-Cawapres Pilpres 2024

Sinyal PKS Dukung Anies Baswedan dan AHY sebagai Duet Capres-Cawapres Pilpres 2024

| Jum'at, 11 Agustus 2023 | 09:06 WIB

Terkini

Jungkook BTS Ukir Sejarah jadi Penyanyi Korea Pertama Masuk Buku Edukasi AS

Jungkook BTS Ukir Sejarah jadi Penyanyi Korea Pertama Masuk Buku Edukasi AS

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:03 WIB

Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:02 WIB

Siak dan Kampar Menjadi Tujuan Migrasi Penduduk di Riau

Siak dan Kampar Menjadi Tujuan Migrasi Penduduk di Riau

Riau | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:01 WIB

Gadis Remaja di Bandar Lampung Jadi Korban Predator Berkedok Lowongan Kerja

Gadis Remaja di Bandar Lampung Jadi Korban Predator Berkedok Lowongan Kerja

Lampung | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:00 WIB

Tren Sujud Freestyle Berujung Petaka: Alarm Keras Dunia Pendidikan

Tren Sujud Freestyle Berujung Petaka: Alarm Keras Dunia Pendidikan

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:00 WIB

7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik

7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik

Tekno | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:57 WIB

Drakor Love Virus Gaet Jo Yu Ri dan Kim Dong Hwi Jadi Pemeran Utama

Drakor Love Virus Gaet Jo Yu Ri dan Kim Dong Hwi Jadi Pemeran Utama

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:55 WIB

Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram

Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:55 WIB

Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?

Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:54 WIB

Vonis 14 Tahun Penjara! Hakim Semprot Bos Sritex: Tak Merasa Bersalah Korupsi Rp1,3 T

Vonis 14 Tahun Penjara! Hakim Semprot Bos Sritex: Tak Merasa Bersalah Korupsi Rp1,3 T

Jawa Tengah | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:48 WIB