ponorogo

Harga Beras Melambung di Ponorogo, Pedagang Kuliner Terpaksa Mencari Solusi

Ponorogo Suara.Com
Minggu, 10 September 2023 | 11:52 WIB
Harga Beras Melambung di Ponorogo, Pedagang Kuliner Terpaksa Mencari Solusi
Suasana warung makan disalah satu lokasi di Ponorogo (ponorogo.suara.com/dedy.s)

SUARA PONOROGO - Pedagang di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mulai merasakan dampak meningkatnya harga beras terhadap usaha kuliner mereka. Kenaikan harga beras telah memaksa mereka untuk berinovasi demi menjaga penjualan yang terus terdampak.

Beberapa pedagang bahkan terpaksa mengurangi kualitas beras yang biasanya mereka gunakan agar tetap dapat mempertahankan penjualan. Meskipun penurunan penjualan cukup signifikan, mereka berusaha mengatasi situasi ini.

Hilda Ayu Rahmawati, pemilik Rumah Makan Sego Babat Mbok Soe, mengungkapkan bahwa ia sekarang terpaksa membeli beras dengan kualitas yang lebih rendah daripada biasanya.

Sebelumnya, ia biasa membeli beras merek Tawon sebanyak 25 kilogram dengan harga 250 ribu rupiah sekarang menjadi 300 ribu rupiah. kini ia harus menggunakan beras dibawahnya

Selain itu, Hilda juga mengalami penurunan jumlah pembeli sejak harga beras melonjak. Ia mengakui kesulitan dalam menghadapi perubahan harga tersebut.

"Tentu perputaran sulit ya, mas. Harga beras naik, penjualan dagangan juga turun. Untuk mengantisipasi, yang tadinya menggunakan merek beras yang berbeda yang lebih terjangkau. Kita merasa sedih karena harus mengurangi kualitas yang diberikan kepada konsumen," ungkap Hilda.

Sementara itu, Sumiati, seorang penjual nasi pecel asal Desa Nambak, juga tidak luput dari dampak kenaikan harga beras. Untuk menghindari kerugian berlebih, Sumiati terpaksa mengurangi jumlah pembelian beras.

Jika sebelumnya ia biasa membeli 50 kilogram beras untuk stoknya, sekarang ia hanya membeli sekitar 10 hingga 25 kilogram saja. Meskipun demikian, ia tidak berani menaikkan harga makanan yang dijualnya karena khawatir akan kehilangan pelanggan.

Sumiati mengeluhkan situasinya, "Sangat terdampak, kalau belanja beras stok dikurangi karena mahal, dampak kenaikan harga beras sangat dirasakan, pembeli juga berkurang."

Baca Juga: Sukses di Usia Muda dalam Buku 'Milyarder Baru di Usia 17 Tahun'

Meskipun ada opsi beras Bulog yang lebih murah dengan harga 10 ribu rupiah per kilogram, para pedagang enggan mengambilnya karena takut beras tersebut tidak cocok dan berdampak pada kualitas makanan yang mereka sajikan.

Dengan demikian, mereka terus mencari solusi agar usaha kuliner mereka tetap berjalan meski dihadapkan pada tantangan harga beras yang tinggi.

Dengan adanya kenaikan harga beras yang berdampak pada pedagang kuliner, para pelaku usaha di Ponorogo terus berupaya untuk menyesuaikan strategi agar tetap dapat menyediakan makanan berkualitas bagi pelanggan mereka.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI