BPOM Dorong Tren Minum Jamu Generasi Muda, Kafe Ini Sajikan dengan Gaya Kekinian

Yasinta Rahmawati | Fajar Ramadhan | Suara.com

Kamis, 05 Februari 2026 | 13:51 WIB
BPOM Dorong Tren Minum Jamu Generasi Muda, Kafe Ini Sajikan dengan Gaya Kekinian
Acara peresmian Kafe Acaraki di PIK 2, Rabu (4/2/2026). (Suara.com/Fajar Ramadhan)
  • BPOM mendorong penyajian jamu di kafe, seperti peresmian Acaraki di PIK 2, agar relevan bagi generasi muda.
  • PT Acaraki Nusantara Persada menciptakan konsep Jamu Experience Café untuk mendekatkan inovasi jamu kepada generasi muda.
  • BPOM berupaya menghilangkan stigma kuno jamu, serta mendorong integrasi jamu ke sistem kesehatan nasional Indonesia.

Suara.com - Berbicara mengenai tren nongkrong di kafe, saat ini menjadi hal yang sangat digemari generasi muda, khususnya gen Z. Tak hanya nongkrong biasa, sebagian gen Z juga menjadikan kafe sebagai tempat untuk bekerja dan menghabiskan waktu sendiri.

Biasanya, kafe sendiri identik dengan kopi, teh, atau ragam lainnya. Namun, rupanya kafe yang menyajikan minuman tradisional seperti jamu juga mulai banyak digemari.

Dalam hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga serius mendorong jamu yang disajikan dalam kafe untuk generasi muda. Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed.,Ph.D, mengatakan, jamu adalah warisan bangsa yang diakui oleh UNESCO.

Untuk itu, jamu bisa disajikan dalam berbagai cara termasuk kafe untuk menjangkau generasi yang lebih luas. Dengan begitu jamu yang juga menjadi budaya ini tetap bisa disajikan dengan pendekatan yang lebih relevan.

Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed.,Ph.D, dalam acara peresmian Kafe Acaraki di PIK 2, Rabu (4/2/2026). (Suara.com/Fajar Ramadhan)
Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed.,Ph.D, dalam acara peresmian Kafe Acaraki di PIK 2, Rabu (4/2/2026). (Suara.com/Fajar Ramadhan)

"Jamu ini menjadi budaya kita dan harus diwariskan, dengan bahasa dan pendekatan yang relevan dengan zaman," kata Taruna dalam peresmian kafe acaraki di PIK 2, Rabu (4/2/2026).

Menikmati Jamu dengan Gaya Kafe

Dalam mendukung potensi jamu terutama bagi generasi muda, PT Acaraki Nusantara Persada (acaraki) mengusung konsep Jamu Experience Café. Kafe ini ditujukan untuk mendekatkan masyarakat terhadap jamu, khususnya generasi muda.

Dibangun di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, pengunjung diajak memahami filosofi jamu, tentang jampi (doa), oesodo (kesehatan), dan pengetahuan lintas generasi sekaligus menikmati inovasi yang dikemas dengan selera masa kini.

"Kami hadir untuk memperluas cara masyarakat mengenal dan menikmati jamu juga dengan gaya yang lebih modern dan bisa menjangkau generasi muda," ujar Founder & Director PT Acaraki Nusantara Persada (acaraki), Jony Yuwono.

Di kafe ini juga memperlihatkan barista yang membuat jamu secara langsung layaknya pembuatan kopi. Hal itu menjadi sisi menarik kekinian yang juga banyak digemari oleh generasi muda saat ini.

Tak hanya itu, kafe ini juga memperkenalkan acaraki Jamu Capsule alternatif konsumsi jamu yang lebih praktis bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi. Tiga varian, Turmeric, Shades of Gold, dan All About Ginger, diluncurkan sebagai pelengkap, bukan pengganti jamu seduh.

Acara peresmian Kafe Acaraki di PIK 2, Rabu (4/2/2026). (Suara.com/Fajar Ramadhan)
Acara peresmian Kafe Acaraki di PIK 2, Rabu (4/2/2026). (Suara.com/Fajar Ramadhan)

Menurut Taruna, kehadiran kafe yang menyajikan jamu sendiri bisa mengeluarkan stigma kuno terhadap minuman tersebut. Dengan demikian, jamu juga bisa dinikmati oleh para generasi muda dengan gaya yang berbeda.

"Jamu sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dunia, yang diakui UNESCO, telah berhasil keluar dari stigma kuno menjadi keren dan relevan bagi generasi masa kini," ucap Taruna.

Potensi Jamu

Tak hanya itu, potensi jamu di Indonesia juga cukup besar. Taruna mengungkap, dengan kekayaan sekitar 30.000 spesies tanaman herbal, Indonesia memiliki modal alam yang sangat besar untuk masuk ke pasar global.

Jika hal ini dimanfaatkan dengan baik, itu akan membuka ekonomi bagi Indonesia. Di sisi lain, jika dimanfaatkan potensinya, itu membuka peluang jamu menjadi ciri khas minuman Indonesia di internasional.

Acara peresmian Kafe Acaraki di PIK 2, Rabu (4/2/2026). (Suara.com/Fajar Ramadhan)
Acara peresmian Kafe Acaraki di PIK 2, Rabu (4/2/2026). (Suara.com/Fajar Ramadhan)

Komitmen BPOM Terhadap Jamu

Di balik nama jamu yang mulai digaungkan untuk generasi muda, tidak bisa dipungkiri masih banyak para penjual dengan produk ilegal tanpa izin edar. Oleh sebab itu, untuk melindungi masyarakat ke depannya , Taruna juga mendorong integrasi jamu dan obat tradisional ke dalam sistem kesehatan nasional.

Ia menilai Indonesia dapat belajar dari negara seperti China dan India yang berhasil mengintegrasikan pengobatan tradisional ke layanan kesehatan modern, tanpa mengorbankan aspek keamanan dan efektivitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Cafe Dekat Stasiun Bandung, Cocok untuk Nunggu Kereta hingga Nongkrong

4 Cafe Dekat Stasiun Bandung, Cocok untuk Nunggu Kereta hingga Nongkrong

Your Say | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:40 WIB

Kok Bisa Tekstur Es Gabus Mirip Spons? Kata BPOM gara-gara Hal Ini

Kok Bisa Tekstur Es Gabus Mirip Spons? Kata BPOM gara-gara Hal Ini

Lifestyle | Kamis, 29 Januari 2026 | 13:36 WIB

Satpol PP DKI Bakal Gelar Operasi Senyap Sasar Peredaran Tramadol di Jakarta

Satpol PP DKI Bakal Gelar Operasi Senyap Sasar Peredaran Tramadol di Jakarta

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 17:22 WIB

Terkini

Apa Itu Domisili? Pahami Arti Kata dan Perbedaannya dengan Alamat KTP

Apa Itu Domisili? Pahami Arti Kata dan Perbedaannya dengan Alamat KTP

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:05 WIB

5 Pilihan Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Praktis dan Nyaman Dipakai Sehari-hari

5 Pilihan Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Praktis dan Nyaman Dipakai Sehari-hari

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:25 WIB

5 Rekomendasi Body Mist Wanita Tahan Lama, Wangi Fresh dan Soft Dipakai Seharian

5 Rekomendasi Body Mist Wanita Tahan Lama, Wangi Fresh dan Soft Dipakai Seharian

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:25 WIB

Art Jakarta Gardens 2026 Pekan Seni Ruang Terbuka Resmi Dibuka

Art Jakarta Gardens 2026 Pekan Seni Ruang Terbuka Resmi Dibuka

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:24 WIB

Promo Superindo Hari Ini 8 Mei 2026, Banjir Diskon Mi Instan dan Susu

Promo Superindo Hari Ini 8 Mei 2026, Banjir Diskon Mi Instan dan Susu

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:47 WIB

7 Parfum Aroma Powdery yang Lembut Kayak Wangi Bayi, Mulai Rp30 Ribuan

7 Parfum Aroma Powdery yang Lembut Kayak Wangi Bayi, Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:30 WIB

Sekolah Baru 3 Tahun Bikin Kejutan, 5 Siswanya Raih Beasiswa Paling Bergengsi di RI

Sekolah Baru 3 Tahun Bikin Kejutan, 5 Siswanya Raih Beasiswa Paling Bergengsi di RI

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:33 WIB

Siap-siap Transisi LPG ke CNG! Ini 4 Pilihan Kompor 2 Tungku yang Awet dan Aman

Siap-siap Transisi LPG ke CNG! Ini 4 Pilihan Kompor 2 Tungku yang Awet dan Aman

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:33 WIB

Makan Enak Tak Harus Mahal, Kini Menu Favorit McDonald's Hadir Mulai Rp 20 Ribuan

Makan Enak Tak Harus Mahal, Kini Menu Favorit McDonald's Hadir Mulai Rp 20 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:13 WIB

Berapa Lama Daging Kurban Tahan di Kulkas? Jangan Asal Simpan agar Tidak Cepat Busuk!

Berapa Lama Daging Kurban Tahan di Kulkas? Jangan Asal Simpan agar Tidak Cepat Busuk!

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:13 WIB