Poptren.suara.com - Penjajahan Belanda dan Jepang kini sudah lenyap dimuka bumi ibu pertiwi. Sekarang Indonesia hendak memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke-77.
Meski sudah 77 tahun merdeka, namun kemerdekaan itu belum dirasakan puluhan murid SDN Sukagalih di Jalan Ariawiratanudatar KM 1, Desa Mekargih, Kecamatan Cikalongkulon.
Puluhan murid di SDN Sukanagalih yang berjarak sekitar belasan kilometer dari Cianjur Kota tersebut, belum merasakan kemerdekaan seutuhnya. Karena saat mengikuti pembelajaran mereka terpaksa belajar di bawah bawah pohon beralaskan tanah.
Tiga ruang kelas di SDN Sukagalih di Jalan Ariawiratanudatar KM 1, Desa Sukagalih, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur alami kerusakan hingga hampir ambruk.
Kondisi miris SD Negeri di Cianjur ini ternyata sudah terjadi sejak lima tahun lalu. Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda pihak terkait mau melakukan renovasi.
Akibat rusak tiga ruangan kelas tersebut puluhan murid pun terpaksa harus belajar dibawah pohon beralaskan tanah, kadang di mushola yang juga dalam keadaan kondisi lantai dan dinding retak.
Kepala Sekolah SDN Sukanagalih, Wiwi Ruhiana mengatakan, puluhan murid yang terdiri dari kelas IV, V dan VI tersebut sudah mengikuti pembelajaran di luar kelas sejak beberapa bulan lalu.
"Dengan terpaksa sejak Juli tahun ajaran baru kemarin murid-murid sudah bejalar di musola dan lapang sekolah,"katanya pada wartawan, Rabu (17/8/2022).
Puluhan murid tersebut belajar di luar ruangan, karena terdapat tiga ruangan pembelajaran yang rusak, bahkan terancam ambruk.
Baca Juga: Mirip Gadis Jepang, Ini Biodata Ayumi Sasaki Pembawa Baki Penurunan Bendera
"Karena adanya ruangan kelas yang rusak, sehingga kita memberlakukan split waktu. Untuk kelas I, II dan III hingga pukul 10.00 WIB belajar didalam kelas, sedangkan kelas IV, V sampai VI belajar diluar ruangan yaitu dilapangan atau dimusola, jadi waktunya di split," ucapnya.
Ia menjelaskan, pihaknya telah beberapa kali mengajukan perbaikan untuk tiga ruangan kelas yang rusak ke Dinas. Bahkan sudah tiga kali ganti kepala sekolah pengajuan perbaikan sudah dilakukan.
"Hingga saat ini saya menjabat sebagai kepala sekolah, sudah melobi dan mengajukan ke dinas terkait bahkan pak Kasi Dinas Pendidikan sempat melalukan peninjauan, dan foto katanya.
Ia megatakan, berdasarakan keterangan dinas untuk tahun anggran 2022 sudah tidak ada, namun kemungkinana akan pengajuan perbaikan ruangan yang rusak itu akan dimasukan pada tahun 2023 mendatang.
"Jangan sampai menunggu roboh hingga mengakibatkan adanya korban. Orang tua siswa juga berharap pemerintah untuk segera melakukan perbaikan ruangan, karena belajar diluar sangat menggu konsentrasi para muridnya," ucapnya.
Sumber : bogor.suara.com