Poptren.suara.com - Indonesia sedang berada dibawah bayang-bayang resesi. Apa itu resesi? Dikutip dari Wikipedia, resesi adalah kondisi pertumbuhan ekonomi riil yang bernila negatif produk domestik bruto (GDP) menurun selama dua kuartal atau lebih dalam periode satu tahun yang mengakibatkan penurunan secara simultan pada seluruh aktivitas ekonomi. Contohnya lapangan pekerjaan, investasi dan keuntungan perusahaan.
Apabila berlangsung dalam waktu lama, maka akan sebabkan kebangkrutan bidang ekonomi.
Bagi orang-orang yang paham tentang resesi, mereka mulai 'menggalakkan' ajakan menabung atau berinvestasi, sebagai bentuk persiapan diri menghadapi penurunan kondisi ekonomi negara.
Namun apa yang harus dilakukan apabila finansial tidak mendukung? Berinvestasi dahulu atau justru dahulukan menabung? Dilansir dari laman Huffington Post, ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan untuk menabung dan melakukan investasi disaat bersamaan, yaitu :
1. Menabung sebanyak mungkin
Menabung dikatakan aman menurut para ahli apabila total simpanan mencapai jumlah penghasilan selama tiga sampai enam bulan. Lebih banyak, lebih baik.
Perlu diingat juga, simpan sebagian tabungan dalam bentuk tunai. Hal ini akan berguna ketika ada kebutuhan darurat, sehingga tidak perlu repot-repot ke bank atau harus menjual aset. Tunai juga mudah ditarik atau dicairkan.
2. Setelah tabungan cukup, maka berinvestasilah
Jangan lupa untuk memperhatikan kondisi saham, terutama saham yang menurun. Hal tersebut tentunya membuat seseorang ingin mengambil sebanyak-banyaknya dengan anggapan akan meraih keuntungan dan kondisi finansial yang aman di masa depan. Namun sayangnya tindakan tersebut akan membawa kerugian.
Baca Juga: Sri Mulyani Bertemu Bos IMF, Indonesia Mau Jadi Pasien Juga?
Apapun yang terjadi pada performa pasar saham, investasi tetap boleh dilakukan secara konsisten dan sesuai metode. Hal yang pasti terjadi dalam berinvestasi adalah harga saham yang naik dan turun, tidak menutup kemungkinan saham di masa depan akan penuh kejutan.
Sangat diperbolehkan untuk mempelajari dulu cara berinvestasi yang benar pada orang atau lembaga yang tepat, jika belum ada pengalaman. Investasi dapat dilakukan melalui lembaga broker atau sejenisnya yang dapat mengelola saham yang dipercaya.
3. Investasi dalam berbagai jenis
Disarankan oleh para ahli untuk orang-orang yang telah mengerti apa itu investasi, lakukanlah investasi secara diversifikasi. Artinya tidak hanya membeli saham, tetapi juga membeli dana indeks dan sebagainya. Serta pahami juga siklus dan krisis ekonomi yang sedang terjadi untuk menentukan jenis investasi yang ingin dilakukan. Perlu diingat, penting untuk menggunakan metode investasi yang berbeda dan tempat yang berbeda.
4. Pahami rentang waktu dan tujuan
Pahami ulang, apa tujuan melakukan investasi. Investasi jangka panjang, atau investasi jangka pendek? Apabila investasi untuk jangka panjang, maka besar kemungkinan akan memiliki proporsi saham yang besar. Tapi jika untuk jangka pendek, pilihlah invetasi dengan risiko lebih rendah.
5. Tinjau portofolio
Saat pergerakan pasar tidak stabil, maka dapat mengubah alokasi portofolio pada risiko yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Seiring berjalan waktu, investasi dapat bergerak tidak sesuai sinkronasi dan dengan toleransi risiko beserta tujuan.
Penting untuk meninjau portofolio secara berkala dan rebalancing saat dibutuhkan. Rebalancing dapat menempatkan alokasi aset kembali seperti semula, dengan menjual investasi yang terlalu berat dan membeli baru yang kecil.
Selamat mencoba.