Poptren.suara.com - Lautan manusia membanjiri stadion utama Gelora Bung Karno (GBK) untuk menyaksikan perhelatan konser Blackpink. Konser Blackpink di hari pertama, Sabtu (11/3/2023), berhasil mengguncang GBK. Blink juga terpuaskan dengan lantunan lagu yang dinyanyikan oleh personel Blackpink.
Seperti diketahui, girl grup asal negeri Ginseng ini, telah memulai tur dunia mereka sejak bulan Oktober tahun lalu. Dalam perjalanan tur mereka, Blackpink biasanya menggunakan pesawat jet pribadi. Selama menjalankan tur dunia bertajuk Born Pink, dikabarkan Blackpink sering berangkat dari SGBAC (Seoul Gimpo Business Aviation Center). Dikutip dari situs airport.kr, SGBAC berfungsi sebagai fasilitas penunjang operasional bagi pelanggan penerbangan bisnis perorangan atau korporasi.
Keberangkatan Blackpink dari Seoul ke Jakarta juga diperkirakan menggunakan pesawat jet pribadi. Seperti dikabarkan beberapa media lokal di Korea Selatan, seperti Dispatch yang sempat mengabadikan momen Jisoo, Rose, dan Lisa saat tiba di SGBAC, untuk bertolak ke Jakarta. Sedangkan Jennie berangkat terpisah dari Paris menuju Jakarta.
Pesawat jet pribadi yang dipergunakan Blackpink tersebut diperkirakan merupakan jenis pesawat jet bisnis terbesar dan termahal di dunia. Kapasitas dari jet pribadi grup yang digawangi Jisso, Lisa, Rose, dan Jennie ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas mewah lain.
Untuk menggunakan jet pribadi tersebut, dikutip dari KBIZoom pada hari Minggu (05/03), Blackpink menghabiskan uang mereka sebanyak 20 juta won, yang jika dirupiahkan sekitar 235 juta rupiah per jam nya.
Pesawat jet pribadi ini bukan hanya mewah tetapi juga memiliki kecepatan yang lebih jika dibandingkan dengan pesawat lainnya. Pesawat ini dapat menunjang segala aktivitas Blackpink yang super sibuk. Diketahui pesawat ini berjenis Gulfstream G650. Pesawat jet ini mempunyai kabin yang lebih panjang dan luas serta memiliki kecepatan jelajah maksimal G650s masuk pada 516 knots di ketinggian maksimala 51.000 kaki.
Di tahun 2013, Gulfstream menerbangkan G650 ke seluruh dunia, memecahkan rekor kecepatan dan menyelesaikan perjalanan hanya dalam 41 jam dan 7 menit. Ini menjadi penerbangan menuju barat tercepat untuk mengelilingi dunia dengan pesawat non-supersonik.