Sisi Positif Dari Lingkaran Pertemanan yang Kecil

Poptren | Suara.com

Jum'at, 12 Mei 2023 | 10:44 WIB
Sisi Positif Dari Lingkaran Pertemanan yang Kecil
Ilustrasi pertemanan (Freepik)

Poptren.suara.com - Manusia sebagai makhluk sosial sedikit banyak memiliki naluri pertemanan. Dalam pertemanan, pasti yang diharapkan adalah pertemanan yang sehat agar dapat membawa efek positif. Salah satu hal sederhana yang didapat dari sebuah pertemanan adalah memiliki tempat untuk berkeluh kesah, bertukar pikiran hingga hubungan pekerjaan.

Sebuah hubungan pertemanan tidak menutup kemungkinan akan timbul anggapan bahwa kuantitas adalah aspek penting, seperti kata pepatah, "satu musuh terlalu banyak, 1000 teman terlalu sedikit”. Disadari atau tidak, di jaman media sosial seperti sekarang ini, siapa saja dapat dengan mudah mendapat lebih dari 1000 teman.

Namun semakain bertambah usia, semain disadari bahwa, punya teman yang hanya segelintir, dirasa lebih nyaman dan hangat seperti keluarga. Bahkan tidak sedikit penelitian yang dilakukan para ahli, dan menemukan bahwa sedikit teman juga memiliki banyak keuntungan, seperti :

1. Lebih kreatif

Jumlah teman yang sedikit, memberi waktu yang lebih banyak untuk diri sendiri, seperti yang tertlis pada laman  Sciencedirect, dimana pada tahun 2017, melaporkan bahwa orang yang lebih banyak menghabiskan waktu sendiri membuat dirinya lebih kreatif.

Sudah tidak asing bagi banyak orang yang sering mendengar cerita para seniman atau penulis yang ‘mengasingkan diri’ untuk mencari inspirasi, karena ketenangan dinilai membuat seseorang fokus dalam mencari dan mewujudkan sebuah ide.

2. Waktu luang lebih banyak

Menghabiskan waktu bersama teman, baik dari lingkungan semasa sekolah atau bahkan lingkungan kantor, memang menyenangkan, namun tidak jarang akan mengurangi waktu istirahat. Lagipula tidak semua orang ingin menghabiskan waktu liburnya dengan berkumpul. Punya sedikit teman bukan berarti kesepian, tapi justru bisa lebih punya banyak waktu luang untuk beristirahat atau melakukan hobi.

3. Lebih mudah mengatur waktu

Selain waktu untuk diri sendiri, mengatur waktu dalam lingkungan pertemanan jadi lebih mudah karena hanya sedikit orangnya, terutama dalam mengatur waktu untuk bertemu. Seorang psychotherapist, Dr Chandni Tugnait, M.D, dalam artikelnya pada laman The Hindustan Times, mengutarakan bahwa, “Memiliki lebih sedikit teman memungkinkan anda mengingat informasi penting dengan cepat dan mengkoordinasikan rencana dengan mudah tanpa merasa kewalahan dengan detail".

4. Lebih baik daripada pertemanan yang dipaksakan

Seseorang tidak harus memaksakan untuk punya hubungan yang akrab dengan rekan kerja hingga sering menghabiskan waktu bersama di luar jam kerja. Kenapa ? Karena memaksakan sebuah hubungan pertemanan hanya karena takut dianggap sombong malah membuatmu tidak nyaman ketika bekerja.

Padahal kebutuhan emosional tiap orang berbeda-beda, contohnya ada yang mendapatkan energi dan kepuasannya dengan menghabiskan waktu dengan orang banyak ataupun sebaliknya. Intinya, punya banyak teman ataupun sedikit, kualitas dari hubungan pertemanan tersebut adalah yang terpenting.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kupas Tuntas Cara Membangun Kebiasaan Positif dalam Konsep Buku Tiny Habits

Kupas Tuntas Cara Membangun Kebiasaan Positif dalam Konsep Buku Tiny Habits

Your Say | Kamis, 11 Mei 2023 | 15:21 WIB

Pohon Cemara dan Lingkungan Alam, Apa Kaitannya ?

Pohon Cemara dan Lingkungan Alam, Apa Kaitannya ?

| Senin, 12 Desember 2022 | 16:16 WIB

Cepat Pergi, Jika Teman Kamu Sudah Tunjukan Ciri-ciri ini!

Cepat Pergi, Jika Teman Kamu Sudah Tunjukan Ciri-ciri ini!

| Selasa, 20 September 2022 | 06:21 WIB

Terkini

7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di Jakarta, Nomor 4 Lagi Banyak Diburu Kolektor

7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di Jakarta, Nomor 4 Lagi Banyak Diburu Kolektor

Jakarta | Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:43 WIB

5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota

5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota

Jakarta | Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:22 WIB

HKBP Pastikan UHN Terus Bertransformasi, Tetap Jadi Kampus Inklusif untuk Semua

HKBP Pastikan UHN Terus Bertransformasi, Tetap Jadi Kampus Inklusif untuk Semua

Sumut | Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:21 WIB

Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM

Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM

Kalbar | Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:02 WIB

Dunia Sedang Bergejolak, Xi Jinping dan Donald Trump Gelar Pertemuan Rahasia di Beijing!

Dunia Sedang Bergejolak, Xi Jinping dan Donald Trump Gelar Pertemuan Rahasia di Beijing!

Video | Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:00 WIB

Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang

Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang

Sumsel | Jum'at, 15 Mei 2026 | 22:43 WIB

Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu

Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu

Sumsel | Jum'at, 15 Mei 2026 | 22:34 WIB

Gubernur Khofifah Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026 di Grahadi

Gubernur Khofifah Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026 di Grahadi

Jatim | Jum'at, 15 Mei 2026 | 22:14 WIB

Kisah Douglas Santos Tolak Naturalisasi Rusia, Target Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026

Kisah Douglas Santos Tolak Naturalisasi Rusia, Target Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 15 Mei 2026 | 22:05 WIB

Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius

Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius

Sumsel | Jum'at, 15 Mei 2026 | 22:03 WIB