Gelar ASEAN Youth Innovation Challenge 2023, Universitas Prasmul Tekankan Pentingnya Semangat Kolaborasi dan Inovasi

Poptren

Jum'at, 02 Juni 2023 | 16:07 WIB
Gelar ASEAN Youth Innovation Challenge 2023, Universitas Prasmul Tekankan Pentingnya Semangat Kolaborasi dan Inovasi
Gelar ASEAN Youth Innovation Challenge 2023, Universitas Prasetiya Mulya menekankan pentingnya semangat kolaborasi dan inovasi. (Foto: Dok. UPM) ((Foto: Dok. UPM))

Universitas Prasetiya Mulya (UPM) melalui organisasi kemahasiswaan yang berfokus pada isu tujuan pembangunan berkelanjutan, Prasmul Initiative, bersama Indonesia Youth Diplomacy (IYD) menjadi tuan rumah ASEAN Youth Agenda (AYA) 2023 sesuai dengan mandat Kementerian Olahraga dan Pemuda dan Kementerian Luar Negeri. 

Gelaran ini merupakan salah satu bentuk komitmen UPM dalam mendorong keterlibatan aktif orang muda dalam pembangunan dan inovasi, khususnya di kawasan ASEAN. 

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan AYA 2023, UPM dan IYD mengadakan ASEAN Youth Innovation Challenge (YIC) 2023  yang terdiri dari dua tahap final kompetisi, Policy Case Competition (PCC) dan Business Collaboration Competition (BCC) pada Sabtu (27/5) di Kampus BSD, Universitas Prasetiya Mulya. 

Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Prof. Dr. Djisman S. Simandjuntak menjelaskan ASEAN dianggap sebagai kawasan regional dengan kinerja terbaik yang mengedepankan rasa persatuan dan mampu membangun jaringan dialog eksternal yang luas. 

"ASEAN memiliki keberagaman dari sumber daya alam hingga kebudayaan yang dapat membawa kita sebagai dari bagian pusat pembangunan, namun ASEAN masih dihadapi berbagai tantangan. Oleh karena itu, sebagai akademisi saya menggarisbawahi pentingnya peran generasi muda dalam inovasi dan pencarian yang cermat, tanpa henti, dan cerdas guna mewujudkan peran ASEAN tersebut,” terangnya dalam keterangan tertulis.

Mengadopsi tema ASEAN STRENGTH: Collaboration in Diversity, AYA 2023 berkomitmen untuk memberikan dampak bagi negara di kawasan ASEAN melalui diplomasi dan kolaborasi generasi muda dengan tiga tujuan utama yakni rekomendasi kebijakan bagi pemimpin negara ASEAN, terciptanya Youth-led Business Collaboration Initiative, dan menjadikan AYA 2023 sebagai wadah tahunan guna meningkatkan keterlibatan orang muda dalam kepemimpinan ASEAN di masa depan.

Mantan Menteri Luar Negeri Indonesia Noer Hassan Wirajuda, Dekan Fakultas Hukum dan Studi Internasional UPM, Kepala Pusat Studi Kebangsaan Indonesia UPM dalam keynote speech bertema Debunking the Stigma: The Cruciality of Youth's Participation in Tackling Global Issues menjelaskan bahwa negara di kawasan Asia Tenggara telah mencapai berbagai tujuan melalui terbentuknya ASEAN. 

Capaian tersebut seperti, adanya kedamaian dan keamanan di antara negara-negara dalam kawasan Asia Tenggara sehingga lebih bisa memfokuskan diri pada pembangunan ekonomi yang menjadikan ASEAN sebagai wilayah dengan perekonomian paling dinamis di dunia dan berpotensi besar memainkan peran sentral di Asia bahkan dunia internasional.

“ASEAN telah berevolusi menjadi sebuah kawasan regional yang kuat dan berdaya. Sebagai penerus ASEAN di tahun-tahun mendatang, generasi muda memiliki kesempatan yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya untuk membawa ASEAN di mata dunia, tentunya dengan tetap mengedepankan semangat kompetisi dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang,” lanjut Hassan.

baca juga

Turut hadir pada acara pembukaan ini, Rorian Pratyaksa dan Maudina Tri Hartasya selaku Co-Chairs of ASEAN Youth Agenda dan beberapa perwakilan perusahaan yang berkontribusi memberikan case study dalam BCC dan PCC, antara lain Pertamina Foundation, Google Indonesia, BNI Ventures, British Embassy, GoTo Group, JAPFA, dan Boston Consulting Group. 

Adapun penyelenggaraan kompetisi Policy Case Competition (PCC) bertujuan menjadi sebuah wadah bagi para generasi muda ASEAN menyuarakan pendapat mereka mengenai isu paling mendesak yang dihadapi ASEAN saat ini melalui lensa kebijakan publik. 

Sementara Business Collaboration Competition (BCC) bertujuan untuk menciptakan dan memperkuat jaringan serta sinergi pengusaha muda negara-negara ASEAN dengan memfasilitasi kolaborasi antara perusahaan besar, pemerintah dan lembaga pembangunan. 

Usai menjalani serangkaian penilaian,  tim ‘Gapai’ dari Indonesia keluar sebagai First Winner untuk kategori BCC. 

CEO dan Founder Gapai Radityo Susilo yang juga merupakan alumni UPM angkatan 2011 menyampaikan rasa terima kasih kepada para juri atas dukungannya akan ide tim Gapai dalam membantu pekerja Indonesia bisa memperoleh pekerjaan di luar negeri.

“Tentunya saya dan tim sangat antusias untuk menunggu kesempatan berkolaborasi bersama perusahaan besar seperti Pertamina maupun BNI Ventures,” ungkap Radityo. 

Sementara untuk kategori PCC terbagi dalam tiga sub kategori. Tim RSKJ (Universitas Gadjah Mada, and University of Indonesia) berhasil menjadi pemenang pertama untuk kategori Future of Education and Work, tim The Elesian Leaders (University of Social Sciences and Humanities, Vietnam National University - Ho Chi Minh City) sebagai pemenang sub kategori Digital Literacy and Inclusion dan tim Ecovision (Yonsei University, National University of Singapore, and Brunei's Ministry of Health) sebagai pemenang pertama sub kategori Energy Transition. 

ASEAN YIC PCC & BCC 20123 diikuti total 84 tim PCC dan 75 tim BCC dari berbagai perwakilan negara-negara di ASEAN untuk menyelesaikan tiga dari lima topik prioritas di bawah ASEAN Youth Agenda 2023 yaitu ketahanan pangan, ekonomi hijau, masa depan pendidikan dan lapangan pekerjaan, ekonomi hijau, dan kesehatan. 

“Melalui pelaksanaan AYA 2023 dan ASEAN YIC 2023, saya berharap generasi muda ASEAN tidak hanya memperkuat relasi antar negara dengan menjadi generasi inovator yang lebih baik, dan juga generasi yang menciptakan dan menemukan kembali ‘ke-ASEAN-an’ tanpa henti,” tutup Prof. Djisman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bukan Sekedar Cawe-cawe, Amien Rais Sebut Jokowi Bermanuver di Pilpres 2024 Tanpa Rasa Malu

Bukan Sekedar Cawe-cawe, Amien Rais Sebut Jokowi Bermanuver di Pilpres 2024 Tanpa Rasa Malu

News | Jum'at, 02 Juni 2023 | 16:01 WIB

Viral Okin Makan dengan Cewek Diduga Pacar Baru, Seorang Dancer Seksi Bernama Regina Phoenix

Viral Okin Makan dengan Cewek Diduga Pacar Baru, Seorang Dancer Seksi Bernama Regina Phoenix

Entertainment | Jum'at, 02 Juni 2023 | 15:58 WIB

Masih Mau Rujuk, Ari Wibowo Ngaku Kini Tengah Bebaskan Inge Anurah Terlebih Dahulu

Masih Mau Rujuk, Ari Wibowo Ngaku Kini Tengah Bebaskan Inge Anurah Terlebih Dahulu

Your Say | Jum'at, 02 Juni 2023 | 15:46 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×