Poptren.Suara.com - Ada begitu banyak mitos dalam tren kecantikan yang tersebar di media sosial. Meski belum terbukti secara ilmiah, tetap saja sering kali banyak warganet yang percaya, bahkan tak ragu ikut mencobanya.
Baru-baru ini, seorang dokter muda yang sering memberikan edukasi tentang kecantikan membahas tren mencuci wajah menggunakan cairan infus.
"Apakah benar mencuci wajah dengan cairan infus bisa membuat kulit lebih bercahaya?" tanya dr. Clarin melalui unggahan di akun TikTok miliknya, clahayes.
Di awal video tersebut, ia juga menyelipkan potongan video di mana seorang wanita mengaku mencuci wajah dengan cairan infus.
Cairan infus bersifat isotonik, non sitotoksik, atau mirip dengan cairan tubuh dan tidak merusak jaringan saat penyembuhan. Cairan ini juga steril, sehingga mengurangi kemungkinan infeksi.
"Tapi ternyata setelah diteliti, untuk pembersihan luka, tidak ada perbedaan signifikan antara menggunakan air biasa dan cairan infus," terang Clarin sembari menunjukkan jurnal yang ia rujuk.
Dia juga mengatakan, "Jadi untuk mencuci luka saja tidak ada bedanya, apalagi mencuci muka."
Dokter Clarin kemudian berbagi tips membersihkan wajah agar lebih optimal. Pertama, pastikan air yang digunakan bersih, lanjutkan dengan double cleansing, dan gunakan skincare sesuai dengan kebutuhan kulit. Jika setelah itu masih ada masalah, lebih baik segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit.
"Jadi sebenarnya tidak dilarang mencuci muka pakai air infus, tapi tujuan utama infus bukan untuk mencuci muka," ujarnya.
Baca Juga: Sejarah Hutan Kota Cawang: Kini Disebut Jadi 'Sarang' Mesum LGBT
Menurut sang dokter, cairan infus sebaiknya digunakan hanya untuk orang yang lebih membutuhkan, misalnya pasien yang membutuhkan koreksi cairan untuk penyembuhan penyakit.
Sementara itu, hingga Jumat (28/7/2023), unggahan terkait tren mencuci muka pakai cairan infus ini sudah ditonton setidaknya 300 ribu kali di TikTok.