Lingkungan lembab yang dibutuhkan oleh benih untuk mulai bertunas sangat ideal untuk jenis bakteri ini.
Parahnya lagi, bakteri jahat inihampir tidak mungkin untuk dibersihkan.
Untuk alasan ini, Anda disarankan untuk menghindari kecambah mentah sama sekali.
Namun, kecambah aman dikonsumsi setelah dimasak, menurut FDA.
2. Daging organik
Daging organik merupakan sumber berbagai nutrisi.
Ini termasuk zat besi, vitamin B12, vitamin A, seng, selenium, dan tembaga - yang semuanya baik untuk Anda dan bayi.
Namun, makan terlalu banyak vitamin A berbasis hewani (vitamin A preformed) tidak dianjurkan selama kehamilan.
Mengkonsumsi vitamin A preformed terlalu banyak, terutama pada trimester pertama kehamilan, dapat menyebabkan malformasi kongenital dan keguguran.
Meskipun ini sebagian besar terkait dengan suplemen vitamin A, yang terbaik adalah menjaga konsumsi daging organ seperti hati hanya beberapa ons seminggu sekali.
Baca Juga: Ibu Hamil Waspada !! Ini 4 Fakta Polusi Udara Jakarta yang Membahayakan
3. Telur mentah
Telur mentah dapat terkontaminasi bakteri salmonella.
Gejala infeksi salmonella termasuk demam, mual, muntah, kram perut, dan diare.
Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi dapat menyebabkan kram di rahim, yang menyebabkan kelahiran prematur atau lahir mati.
Tak hanya telur mentah, beberapa makanan yang diolah setengah matang seperti poached egg, telur orak arik, dan olahan telur lainnya dilarang untuk dikonsumsi ibu hamil.