Survei Ipsos menemukan bahwa di antara mereka yang berusia 18 - 44 tahun:
- 61% responden setuju bahwa YouTube lebih efektif untuk waktu mereka daripada platform video lain.
- 69% responden setuju bahwa jika hanya boleh menggunakan satu aplikasi streaming video saja, mereka akan memilih YouTube.
- 95% dari semua responden survei berusia 18 hingga 44 tahun pernah menonton konten dari kreator atau artis tertentu dalam berbagai format (misalnya, pendek, panjang, podcast, livestream) selama 12 bulan terakhir.
- 90% dari semua responden survei berusia 18 hingga 44 tahun pernah menonton setidaknya 4 format konten yang ditawarkan YouTube selama 12 bulan terakhir.
Dari penjelajahan hingga pendalaman topik, baik sendirian maupun bersama orang lain, YouTube memiliki keberagaman dan kedalaman konten di satu platform.
Penelitian Ipsos khususnya menemukan bahwa 90% dari semua Gen Z berusia 18 hingga 24 tahun yang disurvei mengaku menggunakan YouTube Shorts.
Penelitian Kantar menggarisbawahi keberagaman konten yang dimiliki YouTube, dengan menunjukkan bahwa di antara Gen Z penonton YouTube di Indonesia:
- 94% responden setuju bahwa YouTube memiliki konten yang relevan.
- 93% responden setuju bahwa YouTube memiliki konten yang memungkinkan mereka mendalami topik yang mereka minati.
- 95% responden setuju bahwa YouTube memiliki konten yang beragam.
- 89% responden setuju bahwa YouTube memiliki konten unik yang tidak dapat mereka temukan di tempat lain.
Semua temuan ini didukung oleh hasil survei Ipsos, yang menyoroti kedalaman interaksi di antara Gen Z dengan:
- 52% responden Gen Z setuju mereka merasa lebih dekat dengan kreator dan artis yang mereka tonoton di YouTube daripada di platform lain.
- 62% responden setuju mereka menggunakan YouTube karena membantu mereka merasa lebih terhubung dengan orang lain.