Film Wiji Thukul Pukau Festival Film Locarno

Madinah

Rabu, 10 Agustus 2016 | 14:33 WIB
Film Wiji Thukul Pukau Festival Film Locarno
Pendukung film "Istirahatlah Kata Kata"

Suara.com - "Istirahatlah Kata-Kata", film tentang penyair Wiji Thukul tayang pertama kali secara internasional pada 9 Agustus 11.00 WIB pagi waktu Swiss berkompetisi pada sesi Cineasti del Presente. Di depan 500 orang lebih, film besutan sutradara Yosep Anggi Noen itu mendapat tepuk tangan panjang setelah pemutaran berakhir.

Sebelum film dimulai, Carlo Chatrian, Director artistik Locarno International Film Festival memberikan pengantar bahwa "Istirahatlah Kata-Kata" adalah film dari Indonesia, tentang seorang aktivis, pembuat puisi yang juga sekaligus ayah yang punya peran penting dalam perkembangan demokrasi di Indonesia.

“Saya sangat senang karena yang membawa kisah ini adalah sutradara yang 4 tahun lalu membawa film panjang pertamanya ke Locarno. Tahun ini dia kembali dengan film keduanya,” kata dia.

Abduh Aziz, direktur Produksi Film Negara yang mendampingi Yosep Anggi Noen, Yulia Evina Bhara (Produser), Marissa Anita (pemain Sipon) ke Locarno mengatakan, PFN memiliki andil penayangan di Indonesia kepada publik luas. Pemutaran di Locarno International Film Festival, membutikan Indonesia kaya akan cerita kemanusiaan yang bisa dikembangkan oleh para pembuat film lainnya.

"Film ini harus tayang di bioskop Indonesia," ujar Abduh.

Dalam sesi tanya jawab, sang suutradara menyampaikan Wiji Thukul merupakan satu dari pejuang demokrasi yang membuatnya terketuk membuat film.

"Tanpa terbukanya ruang demokrasi pada tahun 1998 di Indonesia, mustahil bagi saya untuk bisa dapat memperlihatkan film ini kepada Anda semua. Di dalam film ini, saya memberikan ruang untuk puisi-puisi Wiji Thukul bisa terdengar lagi. Saya juga ingin menunjukkan perjalanan hidup seorang sastrawan yang mendiami hidup dan kata-kata,” katanya.

"Kami datang ke Locarno didampingi oleh Institusi negara yaitu Direktur PFN dan Perwakilan dari Kemdikbud, ini dukungan yang penting dan kami yakin bahwa akhir tahun 2016 nanti film Iini dapat kami perlihatkan kepada masyarakat Indonesia di bioskop seluruh Indonesia," ujarnya lagi.

Marisa Anita, pemeran Sipon, Istri Wiji Thukul mengatakan bahwa film ini adalah suara Wiji Thukul. "Dengan film ini semoga generasi kami juga bisa mendengar suara Wiji melalui puisi-puisinya.”

Selain Abduh Aziz, Direktur PFN, turut mendampingi berangkatnya delegasi "Istirahatlah Kata-Kata" adalah Ahmad Mahendra, Kasubdit Program Evaluasi dan Dokumentasi Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Kemdikbud RI.

Film Istirahatlah Kata-Kata adalah produksi kolaborasi bersama Muara Foundation, Partisipasi Indonesia, KawanKawan Film dan LimaEnam Films. Mari kita saksikan film ini di bioskop Indonesia pada akhir tahun 2016.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×