Kenali Penyakit Cacar Monyet, Begini Gejala dan Cara Pencegahannya

Purwasuka

Sabtu, 06 Agustus 2022 | 15:39 WIB
Kenali Penyakit Cacar Monyet, Begini Gejala dan Cara Pencegahannya
Ilustrasi Cacar Monyet (Shutterstock)

PURWASUKA - Penyakit cacar monyet kini tengah menjadi sorotan dunia. Meski di Indonesia belum ditemukan adanya kasus cacar monyet, namun ada baiknya masyarakat tetap mewaspadai penyakit ini.

Pasalnya, organisasi kesehatan dunia atau WHO telah menetapkan wabah cacar monyet sebagai keadaan darurat kesehatan global. Hal ini karena di beberapa negara kasus cacar monyet mengalami peningkatan.

Lalu apa saja gejala dan bagaimana pencegahan dari penyakit cacar monyet ini, berikut penjelasannya. 

Penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus bernama monkeypox, dan tergolong penyakit infeksi menular. Diduga pertama kali penyakit ini diketahui dari adanya dua wabah penyakit mirip cacar yang menyerangan kera.

Adapun penyakit ini ditemukan pada tahun 1958, namun kasus cacar monyet yang menyerang manusia terjadi pada tahun 1970 di Negara Kongo, Afrika Selatan. Namun penyakit ini mendapatkan perhatian global pada tahun 2022 karena menyebar di beberapa negara.

Sejauh ini, belum ditemukan pengobatan khusus untuk penderita penyakit cacar monyet. Pada umumnya, penderita akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu selama 2–4 minggu setelah terinfeksi penyakit ini. Pengobatan yang diberikan hanya bertujuan untuk mengurangi gejalanya saja. 

Meski biasanya gejala cacar monyet tidak terlalu berat, namun penderita sebaiknya tetap melakukan perawatan di rumah sakit. Dakam beberapa kasus yang ditemukan, cacar monyet ini dapat menimbulkan perburukan kondisi dan juga menyebabkan komplikasi, seperti pneumonia dan ensefalitis. 

Hingga saat ini, belum ada vaksin khusus yang dapat diberikan untuk mencegah penyakit cacar monyet. Menjaga kebersihan diri dan juga lingkungan adalah salah satu langkah yang sangat penting untuk menurunkan risiko tertularnya penyakit ini. 

Pencegahan Cacar Monyet

baca juga

Dikutip dari laman Alodokter, berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk dapat mencegah terlutarnya cacar monyet: 

- Menghindari kontak langsung dengan hewan yang dicurigai telah terinfeksi cacar monyet 
- Menghindari konsumsi daging hewan liar maupun daging hewan yang tidak dimasak sampai matang 
- Merawat serta mengisolasi penderita cacar monyet hingga ia dinyatakan sembuh guna mencegah penularan yang lebih parah 
- Menerapkan perilaku hidup yang bersih dan sehat, misalnya dengan rajin mencuci tangan dan kaki menggunakan air dan sabun. Terutama saat setelah aktivitas di luar rumah.  
- Menggunakan alat perlindungan diri, contohnya sarung tangan dan juga masker, saat berdekatan dengan penderita cacar monyet 
- Menghindari bepergian ke suatu daerah atau negara dengan jumlah kasus cacar monyet yang tergolong tinggi 

Gejala Cacar Monyet 

Pada manusia, gejala cacar monyet tampak sama seperti gejala cacar air, namun akan lebih ringan. Gejala dimulai dengan badan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan juga kelelahan. 

Perbedaan utama gejala cacar air dan cacar monyet yaitu pada penderita akan cacar monyet ini menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati) sedangkan cacar air biasa tidak. 

Sementara, masa inkubasi cacar monyet ini biasanya berkisar dari 6 sampai 13 hari tetapi dapat pula 5 sampai 21 hari. Selain gejala-gejala tersebut, berikut ini beberapa gejala umum yang akan dirasakan oleh penderita cacar monyet: 

- Sakit kepala
- Demam dengan suhu lebih dari 38,5 derajat C
- Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening)
- Nyeri otot atau Myalgia
- Asthenia (Daya tahan tubuh menurun)
- Sakit punggung
- Munculnya lesi cacar (benjolan berisi air ataupun nanah pada sekujur tubuh)
- Dalam waktu 1 hingga 3 hari atau kadang-kadang lebih lama setelah munculnya demam, penderita juga akan mengalami ruam, yang umumnya dimulai pada wajah kemudian menyebar ke seluruh bagian lain dari tubuh
- Penyakit ini biasanya akan berlangsung selama 2 hingga 4 minggu
 
Di Afrika sendiri, cacar monyet ini telah terbukti menyebabkan kematian pada 1 dari 10 orang yang positif terinfeksi penyakit tersebut. 

Beberapa langkah pencegahan cacar monyet di atas dapat dilakukan guna mengurangi penularan yang lebih parah. Jika Anda merasa mengalami gejala-gejala di atas, maka segera lakukan pemeriksaan agar diberi obat untuk meredakannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kabar Baik! Hasil Pemeriksaan Lesi Kulit Suspek Cacar Monyet Jawa Tengah Dinyatakan Negatif

Kabar Baik! Hasil Pemeriksaan Lesi Kulit Suspek Cacar Monyet Jawa Tengah Dinyatakan Negatif

Jawa Tengah | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 13:16 WIB

Suspek di Jateng Dikonfirmasi Negatif, Kemenkes Sebut Indonesia Nol Kasus Cacar Monyet

Suspek di Jateng Dikonfirmasi Negatif, Kemenkes Sebut Indonesia Nol Kasus Cacar Monyet

Depok | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 13:11 WIB

Suspek di Jateng Dikonfirmasi Negatif, Indonesia Masih Nol Kasus Cacar Monyet

Suspek di Jateng Dikonfirmasi Negatif, Indonesia Masih Nol Kasus Cacar Monyet

Health | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 12:45 WIB

Terkini

Tak Punya Banyak Waktu di Dapur? Peralatan Pintar Kini Bisa Bantu Masak Lebih Praktis

Tak Punya Banyak Waktu di Dapur? Peralatan Pintar Kini Bisa Bantu Masak Lebih Praktis

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:05 WIB

7 Risiko Digital Mengintai Anak, Guru dan Orang Tua Harus Waspada

7 Risiko Digital Mengintai Anak, Guru dan Orang Tua Harus Waspada

Bali | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:04 WIB

Terjerat Korupsi MBG, Begini Nasib Brigjen Lalu di Polri!

Terjerat Korupsi MBG, Begini Nasib Brigjen Lalu di Polri!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:03 WIB

Persib Bandung Resmi Rekrut Sandy Walsh dan Winger Eropa Luka Menalo

Persib Bandung Resmi Rekrut Sandy Walsh dan Winger Eropa Luka Menalo

Jabar | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:02 WIB

Agna Rangkum Perihnya Perpisahan Sunyi dalam Lagu 'Diluar Hal Biasa'

Agna Rangkum Perihnya Perpisahan Sunyi dalam Lagu 'Diluar Hal Biasa'

Entertainment | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:01 WIB

Kolaborasi Perkuat Layanan Jantung Anak di RSUD Tobelo

Kolaborasi Perkuat Layanan Jantung Anak di RSUD Tobelo

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:00 WIB

Review Juvenile Justice: Sebuah Pengungkapan Kasus Brutal pada Remaja

Review Juvenile Justice: Sebuah Pengungkapan Kasus Brutal pada Remaja

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:00 WIB

Prabowo Berencana Terbang ke Belarus untuk Kunjungan Balasan

Prabowo Berencana Terbang ke Belarus untuk Kunjungan Balasan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:57 WIB

Wisatawan Indonesia Kini Lebih Mudah Pesan Hotel di Luar Negeri, Cukup Pakai Aplikasi

Wisatawan Indonesia Kini Lebih Mudah Pesan Hotel di Luar Negeri, Cukup Pakai Aplikasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:54 WIB

Kejagung Temukan Dugaan Keterlibatan Oknum TNI Aktif di Kasus Korupsi MBG

Kejagung Temukan Dugaan Keterlibatan Oknum TNI Aktif di Kasus Korupsi MBG

Sumut | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:54 WIB

×