purwasuka

Musim Hujan, Dinkes Karawang Minta Warga Waspada Penyakit DBD

Purwasuka Suara.Com
Minggu, 12 Februari 2023 | 12:01 WIB
Musim Hujan, Dinkes Karawang Minta Warga Waspada Penyakit DBD
Ilustrasi gejala DBD pada anak. (Freepik)

PURWASUKA - Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang meminta warga untuk mewaspadai mewabahnya penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang marak terjadi di musim hujan ini.

Tingkat kewaspadaan warga ini diharapkan bisa menekan angka kasus DBD di Karawang, mengingat penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti sepanjang tahun 2022 mencapai 1.320 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada warga untuk menekan angka kasus DBD.

Adapun salah satu upaya pencegahan yang dilakukan Dinkes Karawang dengan gerakan satu rumah satu jumantik dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.

“Kami upayakan melalui PSN 3M plus (menguras, menutup dan menyingkirkan) sumber jentik nyamuk. Lalu kami sosialisasikan juga gerakan satu rumah satu jumantik kepada masyarakat,” terang Yayuk.

Menurutnya, peran masyarakat sangat penting dalam menekan angka kasus DBD di Karawang.

“Kami mengharapkan peran serta masyarakat, mudah-mudahan di tahun 2023 DBD bisa terkendali,” katanya.

Yayuk menilai, apabila warga bisa menerapkan PSN 3M plus di lingkungannya, maka vektor penularan virus DBD bisa dihentikan. Jangan dibiarkan jentik lahir menjadi nyamuk dewasa

“Mari sehatkan lingkungan kita, bersihkan halaman, daur ulang barang bekas, kuras bersih penampungan air,” katanya mengutip dari Pojoksatu.id.

Baca Juga: Diperlakukan Berbeda di Hari Kelulusannya, Dohyon BAE173 Diabaikan Agensi?

Dia mengingatkan, masyarakat untuk waspada terhadap penyakit virus yang dibawa oleh nyamuk, yang terjadi di daerah tropis dan subtropis ini. Sebab, orang yang terinfeksi virus ini untuk kedua kalinya memiliki risiko yang jauh lebih besar terserang penyakit

“Yang paling banyak terkena DBD, umur 15-44 tahun (50 persen), 5-14 tahun (27 persen), di atas 44 tahun (13 persen), 1-4 tahun (8 persen) dan paling sedikit di bawah 1 tahun (2 persen). Kalkulasi gendernya, 55 persen laki-laki dan 45 persen perempuan,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI