PURWASUKA - Dalam rangka meningkatkan kepersertaan akseptor keluarga berencana (KB) menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Purwakarta gelar Gempur MKJP (Gerakan Masif Pelayanan KB) di Kabupaten Purwakarta.
Kepala DPPKB Kabupaten Purwakarta, Yayat Hidayat mengatakan Gempur MKJP ini guna memenuhi permintaan masyarakat dalam pelayanan KB pasca Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H di Kabupaten Purwakarta.
"Gempur MKJP ini merupakan progam Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat yang dimulai tanggal 2 Mei 2023 kemarin hingga 11 Mei 2023 secara secara serentak dilaksanakan di seluruh Kabupaten Purwakarta," ucap Yayat, pada Kamis, 11 Mei 2023.
Yayat menyebut pelayanan KB MKJP ini digelar karena dinilai lebih efektif untuk mengatur kehamilan dan kelahiran anak, sehingga laju pertumbuhan penduduk dengan ekonomi.
"Pelayanan KB MJKP ini lebih efektif dan aman dalam menekan laju pertumbuhan penduduk. Sesuai dengan arahan Ibu Bupati Purwakarta, agar laju pertumbuhan penduduk terkendali, kami terus mengedukasi masyarakat untuk ikut KB, untuk melahirkan secara sehat, demi ibu sehat dan anak sehat. Gempur MKJP ini selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Purwakarta," ungkap Yayat.
Terpisah, Kepada Bidang KB, Idi Junaedi mengatakan, Gempur MKJP ini progam Perwakilan BKKBN Jabar yang selaras dengan Pemkab Purwakarta ini untuk menjamin setiap masyarakat atau Pasangan Usia Subur (PUS) agar mendapatkan pelayanan KB sesuai dengan kebutuhan masing masing.
"Gempur MKJP ini dimulai dari 2 Mei 2023 hingga hari iniini digelar di seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Purwakarta dan dua klinik," ucap pria yang akrab disapa Idi itu.
Idi menyebut, dalam Gempur MKJP ini ada sebanyak 231 akseptor IUD, 504 akseptor Implan, 49 akseptor MOW dan 15 akseptor MOP.
"Gempur MKJP tersebut lebih menekankan akan pentingnya pelayanan KB dalam meningkatkan kesehatan reproduksi. Metode kontrasepsi jangka panjang lebih efektif dibandingkan dengan jangka pendek, seperti kondom, pil, dan suntik. Biasanya KB jangka pendek, seperti pil ini, orang suka lupa, dan juga suntik masa pendek dan harus suntik lagi, kalo orang lupa nanti gagal KB-nya," Ucap Idi.***
Baca Juga: Ragam Kejadian di SEA Games 2023 Kamboja: Banyak Kejanggalan, Kamar Atlet Bocor