PURWASUKA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes), prediksikan kasus demam berdarah akan semangkin meningkat di tahun ini. Itu, tal lepas dari penomenan El Nino dan IOD Positif.
Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Imran Pambudi.
"Kalau dilihat jumlah kasus pada tahun 1968, maka kita lihat polanya kasus-kasusnya tinggi akan terjadi pada saat adanya El Nino,” ujar Imran dalam konferensi pers daring, Senin (12/6/2023).
Mencermati fenomena El Nino di masa lampau, lanjut Imran, kondisi serupa di tahun ini menyebabkan suhu yang meningkat. Berdasarkan penelitian, nyamuk akan semakin ganas saat berada di suhu yang lebih panas.
"Jadi frekuensi dia menggigit anak meningkat 3-5 kali lipat di atas 30 derajat. Tahun ini kita harus waspada karena kita sekarang masuk ke El Nino," tuturnya.
Menurut Imran, kondisi akan diperparah dengan kondisi air yang sulit dan genangan yang tidak tersalurkan. Alhasil, saat kondisi nyamuk lebih ganas dan makin berkembang biak, kejadian bisa lebih masif.
"Mungkin seminggu sekali atau 3-4 hari hujan. Ada tampungan air di ban bekas, di kaleng, di sampah, ini jadi breeding place," ucapnya.***