purwokerto

Menahan Dingin di Candi Arjuna Dieng, Wisatawan Sedih Embun Es Ingkar Datang

Purwokerto Suara.Com
Sabtu, 02 Juli 2022 | 19:27 WIB
Menahan Dingin di Candi Arjuna Dieng, Wisatawan Sedih Embun Es Ingkar Datang
Menahan Dingin di Candi Arjuna Dieng, Wisatawan Sedih Embun Es Ingkar Datang

PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA- Fenomena embun es Dieng sempat menyelimuti  wilayah komplek Candi Arjuna Dieng  pada Kamis pagi (30/6/2022) lalu. Dedaunan dan rerumputan hijau seketika memutih karena tertutup embun es. Pemandangan ini mirip salju di negeri empat musim.

Kepala UPTD Dieng Dinas Pariwisata Banjarnegara Sri Utami mengatakan, fenomena langka yang terjadi pagi itu bertepatan dengan libur sekolah.

Dieng akhir-akhir ini juga mulai ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menghabiskan masa libur sekolah. Sejumlah wisatawan pun beruntung karena bisa menyaksikan fenomena langka itu di Candi Arjuna.

"Betul, kemarin cuaca cerah," katanya

Kabar kemunculan embun es Dieng ini rupanya memantik wisatawan dari berbagai daerah untuk berkunjung ke Dieng.

Terlebih aktivitas wisata saat ini tidak lagi sudah dilonggarkan. Selain memang bertepatan dengan masa libur sekolah.

Mereka berbondong-bondong ke Dieng dengan harapan bisa menyaksikan embun es.  Sayang fenomena embun es memang tidak bisa dipastikan kapan kemunculannya.

Hari-hari berikutnya setelah embun es turun, sampai hari ini, Sabtu,  (2/7/2022), fenomena itu tidak terlihat kembali.

Padahal, sejumlah wisatawan sejak pagi buta sudah menunggui kehadiran embun es di komplek candi Arjuna. Mereka rela berjibaku dengan dinginnya hawa Dieng di pagi hari untuk sekadar bisa menyaksikan fenomena langka itu.

Baca Juga: Jadwal Konser Westlife di Indonesia dan Harga Tiket

Alhasil, banyak wisatawan yang harus "gigit jari" karena embun es yang ditunggu tidak datang.

Uut mengatakan, banyak wisatawan yang sengaja menginap di Dieng agar bisa menyaksikan bun upas. Biasanya, mereka akan datang ke komplek candi di pagi buta atau setelah fajar. Sebab embun es hanya bisa disaksikan pada pagi sebelum terik. Karena candi belum dibuka, mereka biasanya berkmpul di lapangan komplek candi yang terbuka setiap waktu.

Saat matahari mulai terik, sekitar pukul 07.00 Wib ke atas, embun es mulai mencair hingga berangsur lenyap dari permukaan dedaunan.

“Banyak yang kecele,”katanya

Embun es adalah fenomena langka yang hanya terjadi di wilayah ketinggian tertentu, misal Dieng. Embun es terbentuk  ketika suhu mencapai titik beku, biasanya di bawah 0 derajat celcius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI