PURWOKERTO.SUARA.COM – Proses lanjutan penyelidikan penyerang di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember terus berlanjut. Rumah-rumah dan sejumlah kendaraan warga yang dibakar ternyata melibatkan warga Banyuwangi.
Berdasarkan informasi, aksi itu diduga buntut kasus penganiayaan terhadap warga Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Aksi serangan dan pembakaran itu disebut menjadi ajang balas dendam warga Kecamatan Kalibaru.
Kapolsek Kalibaru AKP Abdul Jabar mengatakan, sejauh ini tidak ada penyekatan di perbatasan antara Kabupaten Jember- Banyuwangi. Polisi melakukan patrol seperti biasa.
AKP Abdul Jabar menegaskan, kejadian pembakaran rumah warga masuk wilayah Polsek Silo. Polres Banyuwangi hanya melakukan pengamanan wilayah. Tetapi sewaktu-waktu siap membantu jika dibutuhkan Polres Jember.
"Sejauh ini belum ada permintaan atau perintah back up atau bantuan dari Polsek Silo maupun Polres Jember," Terang AKP Abdul Jabar, Minggu, 07 Agustus 2022
Memang informasi yang diterima dari Polsek Silo, kejadian itu melibatkan warga asal Banyuwangi. Pun begitu teduga pelakunya pun sudah diamankan oleh pihak kepolisian.
Mengingat lokasi kejadian berada di wilayah hukum Polres Jember, jadi kewenangannya berada di Polsek Silo dan Buser Polres Jember. “Pun kami siap membantu jika dibutuhkan. Wilayah perbatasan kami gelar patrol seperti biasa," ujarnya.
Sebelumnya warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember mendapatkan teror dari orang tidak dikenal. Setidaknya rumah, mobil dan sepeda motor milik warga setempat dibakar.
Atas peristiwa itu setidaknya ada 7 rumah 2 mobil dan 5 sepeda motor milik warga dirusak dan dibakar.* (Anikmatus Al Sajawi)
Baca Juga: Bharada E Mulai Berani Terbuka, Siapa yang Memerintah untuk Menembak Brigadir J?