PURWOKERTO.SUARA.COM - Timnas Indonesia harus bekerja keras untuk lolos ke final Piala AFF U-16, Rabu 10 Agustus 2022 di Maguwoharjo Stadium. Melawan Myanmar yang menerapkan strategi parkir bus di lini belakang, Tinmas kesulitan mencetak gol bahkan tertinggal 1-0 di babak pertama.
"Kami mohon maaf untuk suporter yang hadir di stadion dan pemirsa di rumah karena sempat menegangkan, tapi alhamdulilah kita bisa menang," kata coach Bima Sakti padakonferensi pers usai laga.
Bima mengakui anak asuhnya kesulitan menembus formasi parkir bus yang diterapkan Myanmar. Bahkan Timnas sempat tertinggal 1-0 pada menit 43 melalui gol Nay Min.
Namun usai turun minum, Bima berkoordinasi dengan para pemain. Ia juga mengganti formasi untuk menembus lini pertahanan Myanmar.
Pada babak kedua, Timnas memasang tiga bek dan menambah penyerang. Bima menambah penyerang agar porsi serangan semakin besar. Bima menginstruksikan pemainya bermain ofensif untuk menyamakan kedudukan.
"Kita ubah formasi, kita pake tiga di belakang, kemudian dua striker di depan. Alhamdulillahkita bisa cetak gol. Dan sebenarnya ada banyak peluang yang kita lewatkan, mudah-mudahan tidak terulang saat melawan Vietnam," ujarnya.
Usail waktu normal habis kedudukan masih seri 1-1. Penentuan pemenang laga dilakukan melalui adu pinalti. Timnas Indonesia menuntaskan pinalti dengan skor 5-4. Dengan demikian skor akhir 6-5.
Coach Bima Sakti telah menyiapkan eksekutor pinalti mengantisipasi jika laga berakhir seri. Mereka yang disipkan dan ditunjuk sebagai algojo antara lain Iqbal, Kaka, Figo, Andrika, dan Riski. Semua sukses menyarangkan gol ke gawang Myanmar.
Di babak final, Vietnam telah menunggu. Vietnam lolos ke final usai menaklukan Thailand 2-0 melalui gol Nguyen Cong Phuong menit 29 dan Nguyen Trong Tuan menit 82.
Baca Juga: Indonesia Jumpa Vietnam di Final Piala AFF U-16, Taklukan Myanmar 6-5 Lewat Adu Pinalti