PURWOKERTO.SUARA.COM- Pernahkah kalian mendengar istilah Eating Disorder atau gangguan makan? Terkadang gangguan makan ini diartikan sebagai kebiasaan memuntahkan makanan setelah makan.
Tapi, nyatanya eating disorder memiliki banyak jenis dan tidak hanya kebiasaan untuk memuntahkan makanan saja.
Eating disorder adalah serangkaian kondisi psikologis yang menyebabkan munculnya kebiasaan makan yang tidak sehat. Lalu, pada beberapa kasus gangguan makan biasanya disebabkan akibat memiliki obsesi pada makanan, berat badan, hingga bentuk tubuh.
Tentu saja, eating disorder memberikan dampak negatif bagi penderitanya baik secara fisik maupun mental. Hal ini karena gangguan makan dapat memicu beberapa penyakit pada organ tubuh penting. Seperti jantung, lambung dan tulang.
Biasanya, gangguan makan ditemukan pada remaja atau orang dewasa di usia 20 tahunan.
Kemudian, menurut gejalanya gangguan makan dibagi menjadi:
1.Anoreksia Nervosa
Jenis gangguan makan yang pertama adalah Anoreksia nervosa yang merupakan salah satu jenis gangguan makan yang membuat si penderita tidak mau makan karena memiliki ketakutan terhadap berat badan yang akan naik. Biasanya, penderita dari anoreksia nervosa memiliki berat badan yang rendah.
Dirinya juga tidak segan untuk memuntahkan makanan untuk menjaga berat badannya. Bahkan, beberapa diantara mereka melakukan olahraga secara berlebihan hingga minum obat pencahar demi menjaga berat badan.
Penderita gangguan makan ini juga selalu memantau berat badannya, bahkan saat berat mereka terlampau jauh dari berat tubuh ideal.
Baca Juga: Susno Duadji Curiga Ada Tangan Ajaib Saat Ia Dilarang Tampil di Acara TV
2.Bulimia nervosa
Bumilia nervosa memiliki beberapa gejala yang mirip dengan jenis gangguan makan yang sebelumnya, yakni anoreksia nervona. Bedanya, bumilia nervosa memiliki kecenderungan memakan makanan secara berlebihan dalam jangka waktu tertentu, baru memuntahkannya.
Penderita gangguan makan ini biasanya menghindari beberapa jenis makan selama beberapa saat, kemudian makan sesuatu secara berlebih dan berusaha untuk membuangnya dengan cara muntah paksa atau minum obat pencahar.
Perbedaan lain dengan anoreksia nervona adalah berat badan dari bulimia nervosa yang relatif normal serta tidak terlalu kurus.
3.Binge eating disorder
Selanjutnya, ada gangguan makan binge eating disorder yang berbanding terbalik dengan dua jenis gangguan makan sebelumnya. Binge eating disorder atau gangguan makan berlebih adalah gangguan makan yang menyebabkan penderitanya tidak dapat mengontrol dirinya sendiri saat makan, sehingga jumlah makanan yang masuk sangatlah tinggi.
Dampak negatif dari gangguan makan berlebih yang paling sering ditemukan adalah obesitas yang dapat meningkatkan penyakit seperti gangguan jantung dan stroke.
4.Pica
Sedikit berbeda dengan jenis gangguan makan yang satu ini, yaitu pica yang merupakan salah satu jenis gangguan makan dengan karakteristik membuat penderitanya memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan yang tidak bisa disebut sebagai makanan.
Pada kondisi ini, penderita akan memasukkan benda yang bukan makanan ke dalam mulutnya. Seperti tanah liat, kertas, rambut, kapur, krayon dan kapur.
5.Avoidant/Restrictive food intake disorder (ARFID)
Gangguan makan restrictive food intake disorder atau biasa disebut dengan selective eating disorder yaitu salah satu jenis gangguan makan yang menyebabkan penderitanya memiliki kebiasaan memilih makanan secara berlebihan. Biasanya, penderita ARFID adalah anak dengan usia dibawah 7 tahun, namun dapat bertahan hingga usia dewasa.
Kondisi yang terjadi pada penderita ARFID yang paling jelas adalah mereka menghindari suatu jenis makanan karena memiliki ketidaksukaan terhadap aroma, rasa, warna, suhu, tekstur dan masih banyak lainnya.
Jika dibiarkan, maka penderita ARFID dapat mengalami gangguan kesehatan, memiliki gangguan mental, hingga menarik diri dari kehidupan sosial. (citra safitra)