PURWOKERTO.SUARA.COM, Kemenangan didambakan setiap tim di even Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat menang, para pemain kegirangan hingga melakukan aksi selebrasi atas keberhasilan yang didapat. Namun sebaliknya, saat tim menelan kekalahan, para pemain biasanya bersikap tertunduk, menangis, bahkan marah atau frustasi meratapi kekalahannya. Mereka seakan berat dan tak terima menerima kenyataan kalah.
Namun ini tidak berlaku bagi pemain timnas Maroko. Saat menang, mereka mengutamakan berucap terima kasih atau syukur kepada Allah ketimbang selebrasi yang berlebihan.
Tetapi saat kalah, para pemain Maroko tak meratapi nasib kekalahannya. Sebaliknya, dalam kondisi tak menguntungkan bagi pemain itu, mereka tetap bersyukur kepada Allah. Menang atau kalah, mereka tetap ingat kepada Sang Pencipta yang telah mengatur segalanya.
Aksi pemain-pemain timnas Maroko melakukan sujud syukur ini terlihat setelah mereka kalah dalam laga semifinal Piala Dunia 2022 melawan Prancis.
Anak asuh Walid Regragui kalah 0-2 dari juara bertahan Les Bleus.
Usai pertandingan, para pemain berlutut kemudian bersujud meletakkan dahi di lapangan Stadion Al Bayt. Aksi mereka menjadi pembeda dengan tim-tim lain saat mengalami nasib sama berupa kekalahan.
Bukan kali ini saja aksi pemain Maroko menyita perhatian publik dunia. Sebelumnya, saat tim Maroko meraih kemenangan dalam beberapa laga, sejumlah pemain merayakannya bersama keluarga, khususnya ibu yang telah membersarkan mereka.
Mereka seperti ingin mempersembahkan kemenangan itu kepada ibu yang telah mengandung dan membesarkannya, sekaligus wujud bakti mereka kepada orang tua.
Maroko masih berpotensi mencetak sejah kembali meski gagal ke final. Mereka akan berlaga di perebutan tempat ketiga pada Sabtu (17/12) menghadapi Kroasia. Menang atau kalah, Maroko akan menjadi negara asal Afrika yang berhasil menembus semifinal Piala Dunia. Karena sebelumnya, belum pernah ada negara dari Benua Hitam menembus babak semifinal Piala Dunia.