PURWOKERTO.SUARA.COM, GROBOGAN- Banjir bandang terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Desa Tegalsumur Kecamatan Brati, pada Kamis (5/1). Tingginya curah hujan mengakibatkan sungai di Dusun Ngiliran meluap dan menyebabkan banjir bandang.
Bencana itu merenggut nyawa seorang warga.
Menurut kepala desa setempat, korban yang biasanya pulang kerja sekitar pukul 19.00 WIB diduga terseret arus saat nekat menerobos banjir bandang dan menyeberangi jembatan bawah Dusun Nglirian.
Korban kemudian ditemukan keesokan harinya, atau Jumat (6/1), saat warga berinisiatif membersihkan sampah yang terbawa arus banjir.
Pada saat hendak membersihkan sampah, warga menemukan motor yang diduga milik korban sudah berada di bawah jembatan.
Warga berinisiatif mencari keberadaan korban yang kemungkinan terbawa arus banjir.
Setelah dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di lokasi kurang lebih 400 meter dari penemuan sepeda motor pada pukul 08.00 WIB. Selanjutnya korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan.
Banjir di Beberapa Titik
Sementara itu, beberapa laporan yang dihimpun dari Pusdalops BPBD Kabupaten Grobogan hari ini pukul 18.00 WIB, beberapa titik di wilayah Kabupaten Grobogan masih terendam banjir.
Baca Juga: Belasan Tahun Terbengkelai, Rumah Tiko akhirnya Dipasangi Listrik Donatur
Adapun banjir kembali merendam wilayah Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi. Banjir tersebut berasal dari limpasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Lusi yang kembali mengalami kenaikan elevasi hinga 9.50 meter atau berada dalam status 'Siaga'.
Sementara itu di lingkungan Soponyono RW 16, banjir masih menggenangi 20 rumah dengan tinggi muka air (TMA) kurang lebih 20 sentimeter. Selain itu, jalan penghubung Desa Kedungrejo dan Desa Karanganyar juga masih terendam sepanjang 15 meter dengan TMA 20 sentimeter.
Banjir juga masih merendam 10 rumah di Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan. Kemudian Dusun Ngampel dan Dusun Ngasinan di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo juga masih terendam banjir dengan TMA antara 60-90 sentimeter.
BPBD Kabupaten Grobogan juga melaporkan beberapa kejadian bencana yang dipicu oleh cuaca ekstrem meliputi; fenomena hujan disertai angin kencang yang merobohkan sebuah rumah di Desa Mayahan.
Satu rumah warga juga mengalami rusak ringan setelah tertimpa pohon yang roboh diterjang angin kencang di Desa Gedangan, Kecamatan Wirosari.
Sementara itu, bahu jalan penghubung Dusun Sendangsuro dan Dusun Peting dilaporkan mengalami longsor sepanjang 28 meter dengan lebar 20 meter dan kedalaman 5 meter.