purwokerto

Setelah Dianiaya Mario Dandy, David Menderita Diffuse Axonal Injury, Apa Itu?

Purwokerto Suara.Com
Sabtu, 25 Februari 2023 | 12:26 WIB
Setelah Dianiaya Mario Dandy, David Menderita Diffuse Axonal Injury, Apa Itu?
David Menderita Diffuse Axonal Injury ((IG @enyyakut))

PURWOKERTO.SUARA.COM David remaja 17 tahun korban penganiayaan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pelaku penganiayaan David merupakan anak pejabat pajak, Mario Dandy Satriyo. Kini pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.

Anggota Bidang Cyber dan Media PP GP Ansor yang juga rekan ayah korban, Ahmad Taufiq, membeberkan hasil pemeriksaan David. Anak pengurus Ansor itu menurut dokter terkena diffuse axonal injury.

Kondisi tersebut disebabkan oleh benturan keras di kepala korban yang mengakibatkan trauma pada otak.

Apa sebenarnya diffuse axonal injury? Bagaimana  pengaruhnya terhadap kesehatan sang pengidap?

Apa Itu Diffuse Axonal Injury

Diffuse axonal injury atau DAI merupakan kobdisi cedera otak karena trauma dan menjadi salah satu yang paling akut.
Hal ini biasanya terjadi saat otak bergeser dengan cepat pada tengkorak yang cedera. Hal ini menyebabkan akson (serat penghubung otak) terpotong.

DAI dapat menyebabkan adanya cedera di hampir seluruh bagian otak dan membuat penderitanya kerap mengalami koma. Kehilangan kesadaran dapat terjadi  selama beberapa jam hingga minggu tergantung tingkat keparahannya.

Penyebab cedera kepala traumatis paling umum disebabkan kecelakaan lalu lintas yang berkecepatan tinggi. Selain itu, kondisi ini dapat terjadi setelah jatuh dari ketinggian atau menerima benturan yang sangat keras di bagian kepala.

Gejala utama dari DAI adalah kehilangan kesadaran. Disusul gejala lainnya, seperti sakit kepala, mual hingga muntah, kelelahan, sulit tidur atau tidur lebih lama, pusing, hilangnya keseimbangan, serta kebingungan.

Baca Juga: Picu Gangguan Keamanan, Polsek Karangmoncol Sita Puluhan Liter Tuak di Kios Dekat Jembatan Merah

Pengobatan DAI

Pengobatan DAI yakni dengan mengurangi pembengkakan di dalam otak dengan serentetan steroid. Jika tidak, dapat membuat otak semakin rusak. Pasien juga harus menjalani sejumlah program pemulihan.

Program pemulihan yang dapat dilakukan antara lain terapi berbicara, terapi fisik, terapi rekreasi, dan pemberian dukungan. Kemudian, perawatan lain pun dibutuhkan dalam proses penyembuhan. Diantaranya, memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi serta diberikan obat-obatan.

Berisiko kematian

Pasien yang terkena DAI parah, dapat tidak  selamat. Namun, diffuse axonal injury  ringan hingga sedang, dapat diobati dengan rehabilitasi. 
Kebanyakan orang yang selamat dari DAI akan koma dan bahkan tidak pernah sadar kembali. Namun, sebagian penderitanya ada juga yang berhasil sadar, meski dirinya akan mengalami gangguan neurologis, seperti cacat seumur hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI