PURWOKERTO.SUARA.COM, Fenomena embun es atau bun upas kembali terjadi di kawasan dataran tinggi Dieng. Sebaran embun es khususnya di komplek Candi Arjuna.
Komplek Candi Arjuna pun sering diserbu wisatawan yang ingin menyaksikan fenomena langka itu.
Saat peristiwa alam itu terjadi, rumput hijau dan tanaman di sekitar Candi berubah memutih bak salju di negeri empat musim.
Secara meteorologi, fenomena tersebut dikenal sebagai _frost_ atau embun beku.
Berbeda dengan salju yang terbentuk sebagai partikel presipatasi di atmosfer, embun beku merupakan fenomena munculnya butiran es di permukaan.
Mengapa Fenomena Itu Terjadi?
Secara klimatologis, tekanan udara pada periode Juni-Juli-Agustus (JJA) lebih tinggi di Benua Australia (tekanan tinggi) dibandingkan Benua Asia (tekanan rendah).
Angin yang berhembus dari Australia menuju Asia melewati Indonesia umumnya menandai dimulainya periode musim kemarau seiring dengan aktifnya monsun Australia.
Pada musim kemarau, tutupan awan sangat minimum. Sehingga tidak heran jika pada siang hari, matahari akan terasa sangat terik diiringi dengan peningkatan suhu udara.
Hal tersebut karena tidak ada objek di langit yang menghalau sinar matahari.
Sehingga penyinaran matahari yang notabene merupakan gelombang pendek menjadi maksimum pada siang hari.
Sama halnya dengan siang hari, radiasi yang dipancarkan balik oleh permukaan bumi pada malam hari juga optimum karena langit bebas dari tutupan awan.
Pancaran radiasi gelombang panjang dari bumi ini diiringi dengan penurunan suhu yang signifikan pada malam hari, dan mencapai puncaknya pada saat sebelum matahari terbit (waktu dimana suhu minimum umumnya tercapai).
Perlu diingat, berbeda dengan dataran rendah, kelembapan udara cukup tinggi di wilayah pegunungan dan dataran tinggi. Kelembapan udara yang tinggi merupakan indikasi bahwa udara di wilayah tersebut memiliki kadar air yang tinggi.
Penurunan suhu yang terjadi secara kontinyu sejak malam hingga dini hari menyebabkan embun yang semula terbentuk dan menyelimuti rumput, dedaunan, atau tanaman kemudian membeku.