PURWOKERTO.SUARA.COM – Bangunan terbengkalai tidak melulu tentang pusat perbelanjaan, apartemen atau taman bermain. Pusat olahraga yang megah dan besar juga ada yang mengalami kendala yang sama, sebut saja Stadion Sepak Bola.
Inilah yang juga terjadi di di Jalan Stadion Utama Kaltim, Kelurahan Palaran, Kecamatan Kota Samarinda, Kota Samarinda berjarak 37,9 Km dari Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto.
Di sana ada bangunan yang telah menjadi saksi bisu perjalanan dari kejayaan hingga keterlantaran. Dibangun pada tahun 2008 dengan standar FIFA untuk menjadi salah satu venue PON ke-17 tahun itu.
Stadion ini menelan anggaran yang tidak sedikit, mencapai Rp 800 miliar. Namun, ironisnya, kondisinya saat ini jauh dari kata layak dan menunjukkan tanda-tanda terbengkalai.
Dikutip dari Kanal YouTube PLANET STADION pada Rabu 23 Agustus 2023, tempat ini bernama Stadion Palaran. Pada masa PON ke-17 tahun 2008, Stadion Palaran adalah tempat yang menjadi pusat perhatian.
Menggelar berbagai pertandingan olahraga dengan megahnya, stadion ini menjadi simbol semangat dan prestasi. Ribuan mata melihat dan menyaksikan berbagai cabang olahraga di lapangan yang dirancang sesuai standar internasional. Namun, kejayaan itu ternyata hanya sebatas momen sesaat.
Setelah PON berakhir, Stadion Palaran perlahan-lahan mulai ditinggalkan dan terbengkalai. Gedung yang dulunya meriah dengan sorak sorai dan kegembiraan, kini terlihat sunyi dan ditinggalkan. Bangku-bangku kosong dan lapangan yang tidak terawat menjadi gambaran dari kondisi yang menyedihkan.
Meskipun sebelumnya diharapkan untuk menjadi sarana pendukung olahraga dan rekreasi masyarakat, nyatanya Stadion Palaran malah terabaikan. Tantangan yang dihadapi Stadion Palaran tidak hanya terkait dengan keterlantaran fisik, tetapi juga masalah manajemen dan pengelolaan.
Keberlanjutan dan revitalisasi stadion membutuhkan rencana yang matang, dukungan pemerintah, serta partisipasi masyarakat. Stadion yang terletak di tengah kota harus mampu menghidupkan kembali semangat olahraga dan kegiatan sosial dalam komunitas.
Meskipun saat ini Stadion Palaran terbengkalai dan terlupakan, harapan akan kembalinya kejayaan dan peran pentingnya masih ada. Tentunya dengan kerja keras, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, serta perhatian terhadap manajemen yang baik.
Sebab stadion ini memiliki potensi untuk kembali menjadi tempat yang bermanfaat bagi warga Samarinda dan masyarakat sekitarnya. Kelak di masa depan, kita mungkin akan melihat kembali sorak sorai kebahagiaan dan prestasi di Stadion Palaran, seperti yang pernah ada di masa lalu.***