PURWOKERTO.SUARA.COM – Berkunjung ke Bali tidak hanya wisatanya saja yang menyimpan pesona, tapi juga ada destinasi yang membuat iba. Termasuk di di Jalan Padang Galak, Denpasar Timur, Kota Denpasar berjarak 19,6 Km dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.
Di sana ada sebuah tempat rekreasi yang pernah berjaya di Pulau Dewata, menyimpan jejak kenangan yang kini tersisa dalam sepi dan kehancuran. Destinasi wisata ini mencoba memberikan pengalaman hiburan dan keceriaan kepada pengunjungnya pada masa lalu.
Dikutip dari Kanal YouTube Joe Kal pada Kamis 24 Agustus 2023, destinasi wisata ini bernama Taman Festival Bali yang diresmikan pada tahun 1997. Kala itu tentunya dengan harapan menjadi salah satu destinasi rekreasi unik di Bali.
Sebab dengan lahan seluas hampir 9 hektar, taman ini menawarkan berbagai wahana dan atraksi yang beragam, termasuk pertunjukan seni dan budaya Bali yang menghormati kekayaan tradisi lokal.
Selama kurang lebih dua tahun pertama, Taman Festival Bali berhasil menjadi tujuan wisata yang menarik minat pengunjung. Atraksi dan pertunjukan di dalamnya memberikan alternatif hiburan yang berbeda dari pantai dan pura-pura Bali yang sudah dikenal luas.
Sayangnya, masa kejayaan tersebut hanya bersifat sementara. Krisis ekonomi yang melanda Asia pada akhir 1998-an, termasuk Indonesia, juga berdampak pada operasional Taman Festival Bali. Kehilangan dukungan finansial mengakibatkan taman ini harus menutup pintunya pada tahun 1999, tidak lama setelah diresmikan.
Tidak hanya krisis, tahun 2012 menjadi babak baru dalam sejarah taman ini. Sebuah kebakaran melanda kompleks Taman Festival Bali, meruntuhkan bangunan-bangunan yang pernah menjadi bagian dari harapan dan kemeriahan masa lalu.
Kebakaran ini membawa lebih banyak kehancuran pada tempat yang sebelumnya sudah ditinggalkan. Sementara Taman Festival Bali kini berada dalam keadaan terbengkalai dan porak-poranda, jejak kenangan masih tersisa dalam puing-puing dan reruntuhan.
Tempat yang pernah menjadi saksi keceriaan dan hiburan, juga melambangkan perjuangan di tengah krisis ekonomi, tetap menjadi bagian dari sejarah dan memori pengunjung yang pernah singgah.
Baca Juga: Tugasnya Cari Pasien, BS Tangan Kanan Dukun Pengganda Uang di Banjarnegara Jalani Sidang Tuntutan
Taman Festival Bali mengajarkan tentang kerentanan manusia dalam menghadapi perubahan zaman. Meskipun kini hanya tinggal puing-puing yang tersisa, cerita Taman Festival Bali tetap menggelitik rasa ingin tahu dan rasa nostalgia atas masa lalu yang pernah ceria.***