PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA - Kekeringan melanda Desa Kaliajir, Kabupaten Banjarnegara. Warga pun berbondong-bondong antre air bersih ketika penditribusian air oleh Satlantas Polres Banjarnegara.
Sudah hampir tiga bulan warga Desa Kaliajir mengalami krisis air. Untuk keperluan sehari-hari, mereka bahkan harus menuruni bukit demi mengais sisa air di sungai.
“Ya turun kesana, jauh sekitar dua kilometer,” kata Miskem, warga Kaliajir saat mengantre droping air.
Karena medannya sulit, Miskem dan warga lain harus membawa air dengan jalan kaki menanjak secara manual. Mereka turun dan menaiki tebing sambil menggendong wadah air.
“Ya digendong (bawa airnya),” jelasnya.
Dalam sehari, Miskem bolak balik mengambil air sampai tiga kali. Hal itu tidaklah mudah bagi ibu rumah tangga seperti Mikem.
Dengan kondisi ini, warga masyarakat Desa Kaliajir merasa sangat terbantu dengan adanya pengiriman air bersih.
“Senang sekali, jadi tidak harus capek ambil air ke sungai,” ungkapnya.
Satlantas Polres Banjarnegara mengirimkan bantuan droping air bersih untuk membantu masyarakat Desa Kaliajir, Selasa (5/9/2023).
“Ada empat tangki air yang kita distribusikan. Kami berkoordinasi juga dengan pemerintah setempat, sehingga saat bantuan datang, para warga sudah bersiap,” kata AKP R Manggala Agung Sri Mahardjo, Kasat Lantas Polres Banjarnegara.
Ia berharap, dengan adsnya bantuan droping air bersih ini dapat membantu kesulitan warga dalam mendapatkan air bersih.
“Momen ini juga untuk menyambut hari lalu lintas yang kita laksanakan dengan hal positif dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat manfaatnya,”ujarnya. (Citra Ningsih)