PURWOKERTO.SUARA.COM - Tak hanya di wilayah pegungan selatan, kekeringan dan krisis air bersih ternyata juga terjadi di wilayah perkotaan.
Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Banjarnegara, sedikitnya 12 desa dan 8 kelurahan di Banjarnegara mengalami krisis air bersih.
Dalam beberapa minggu terakhir ini, warga di kelurahan Sokanandi, Parakancanggah, Kutabanjarnegara, Krandegan hingga Wangon mengeluhkan kelangkaan air yang terjadi.
Salah satu warga Kelurahan Kutabanjarnegara Dwi Cahyo mengungkapkan, krisis air bersih sudah dirasakan oleh warga sejak pertengahan Agustus kemarin.
"Sumber air dari sumur sudah mengering dan kondisi tersebut diperparah dengan pasokan air dari PDAM yang tidak mengalir," ujarnya.
Dirinya menuturkan warga harus rela antri demi mendapatkan air bersih yang didroping oleh BPBD dan PMI hingga larut malam.
"Banyak diantara warga bahkan rela merogoh kocek untuk membeli air bersih guna mencukupi kebutuhan sehari-hari terutama untuk air minum," lanjutnya.
Pemandangan antrian ember, galon, baskom hingga wadah penampungan air lainnya saat ini acap kali ditemukan di sepanjang jalur Kutabanjarnegara dan jalan-jalan protokol lainya hingga gang-gang kecil.
Sementara itu perangkat kelurahan Kutabanjarnegara Wanti mengaku telah berkordinasi dengan BPBD dan PMI untuk mengajukan permohonan distribusi air bersih bagi warga di wilayah Kutabanjarnegara.
Baca Juga: Banjarnegara Krisis Air Bersih, PGRI Siapkan Bantuan ke Lima Kecamatan
"Kami telah berkordinasi dan beberapa kali juga telah dilakukan droping air bersih meski waktunya malam hari," ujarnya.
Pihaknya berharap krisis air bersih segera berlalu sehingga warga bisa kembali beraktifitas seperti sedia kala.**Alw