PURWOKERTO.SUARA.COM, CILACAP - Hati seketika bergemuruh ketika menonton video penganiayaan sesama pelajar sekolah menengah pertama (SMP) Negeri 2 Cimanggu, Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Bagaimana tidak, dalam video yang viral di media sosial itu pelaku menganiaya korban secara brutal pada bagian yang vital seperti kepala, perut dan dada.
Dalam video, pelaku menghajar korban dengan lutut, menendang hingga terjungkal, dan menendang kepala ketika sudah terkapar. Penganiayaan terus dilakukan.
Saat ada yang coba menghentikan penganiayaan, mereka ini justru diancam. Mereka pun akhirnya mengurungkan niatnya.
Di akhir video, pelaku sempat bergaya ke arah kamera. Tidak tampak belas kasih setelah menganiaya korban hingga terkapar. Pelaku justru tampak puas.
Polresta Cilacap langsung bergerak setelah menerima laporan penganiayaan ini. Polisi mengaku mendapat laporan dari Kepala Desa Negarajati dan Pasahangan.
Dua jam setelah menerima laporan, polisi langsung menangkap lima anak yang ada di lokasi saat kejadian. Dua di antaranya jadi terduga pelaku dan tiga lainnya jadi saksi.
"Pagi ini Polresta Cilacap mengundang sekolah, Forkompinda dan perangkat desa untuk menyampaikan hasil pemeriksaan," kata Kombes Pol Funnki Ani Sugiharto.
Sementara kondisi korban kini telah dibawa pulang. Sebelumnya, korban dirawat di RSUD Majenang, Cilacap. Korban mengalami luka memar di kepala, perut, dan bagian tubuh lainnya.
Polresta Cilacap mengimbau agar sekolah dan orang tua berusaha lebih keras mendidik dan mengawasi anak-anaknya. Selain itu, masyarakat juga diimbau turut serta menjaga kondisifitas dengan menginformasikan ke pihak berwajib jika ada peristiwa serupa.***
Baca Juga: Alasan Dapur Adalah Ruang Tamu Paling Asyik Bagi Warga Dieng