PURWOKERTO.SUARA.COM – Ratusan guru sejarah se Indonesia pada Kamis 19 Oktoner 2023 kemarin mulai berdatangan ke Jakarta.
Kedatangan mereka bukan tanpa sebab, diketahui mereka akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI), yang dibarengkan dengan seminar serta Simposium Nasional ke V Guru Sejarah.
Presiden AGSI Sumardiansyah Perdana Kusuma kepada suara purwokerto melalui ketua AGSI Jawa Tengah Heni Purwono mengatakan kegiatan tersebut menjadi sangat penting artinya bagi guru sejarah, bahkan bagi bangsa.
"Kita melihat saat ini arah pembelajaran sejarah belum terpola secara mapan,” ujarnya.
Lebih jauh dia menjelaskan sejarah adalah penguat dalil-dalil kebangsaan, pada momen tersebut pihaknya akan berusaha untuk memperjelas posisi pelajaran sejarah.
“Kita akan dorong agar frase sejarah ke depan masuk dalam undang-undang," jelas Sumardiansyah.
Selain itu, pihaknya juga menegaskan bahwa kegiatan Rakernas tersebut adalah dalam rangka penguatan peran organisasi profesi guru.
"Ke depan, organisasi profesi sangat dibutuhkan, saat ini paling tidak ada 71 organisasi profesi guru se Indonesia,” tegasnya.
Sumardiansyah juga menegaskan, saat ini AGSI termasuk salah satu organisasi guru mata pelajaran yang paling aktif.
Baca Juga: Potensi Geopark Kebumen Dipamerkan di TEI, dari Kerajinan Jenitri hingga Lukisan Pelepah Pisang
“Kita bangga sekaligus harus terus memperkuat diri dan memandirikan diri," pungkasnya.
Ditambahkan, dalam even yang akan berlangsung hingga Minggu mendatang, beberapa narasumber dihadirkan antara lain Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek Nunuk Suryani, sejarawan JJ Rizal, serta mantan Kepala BPIP Yudi Latif.
Tak hanya itu, mereka juga akan mempresentasikan karya tulis ilmiah yang telah dibuat, juga akan melakukan lawatan sejarah ke kawasan Kota Lama Jakarta.**Alw