Ini adalah pengalaman pertama mahasiswa tersebut memakan buah tanaman yang sudah jarang dijumpai itu. Siapa sangka, buah Wresah berasa manis. Ada sedikit masamnya juga. Dan yang membuatnya istimewa, harum aromanya terasa.
Bukan hanya lezat dimakan segar, Wresah ternyata dikenal sebagai tanaman obat oleh warga setempat.
Karyanto, Ketua Koperasi Akar Wangi Sehati Desa Majatengah mengatakan, tanaman Wersah sudah ada sejak zaman dahulu.
Oleh warga, tanaman itu masih dibudidayakan sampai sekarang karena memiliki kegunaan bagi kesehatan.
Hanya warga tidak menanamnya dalam jumlah banyak atau sebagai komoditas inti seperti halnya kapulaga.
" Paling itu untuk konsumsi pribadi untuk obat, "katanya
Karena berkhasiat untuk kesehatan, Wersah menarik untuk diteliti lebih lanjut terkait kandungan dan khasiatnya.
Pihaknya pun akan menjajal menyuling tanaman itu untuk diambil minyak atsirinya agar memiliki nilai jual. Atau membuatnya sebagai bahan baku jamu bersama rempah lainnya.
Karena selama ini tanaman itu bukan tanaman komersil. Jika memiliki nilai jual, petani pasti akan mengembangkannya.
Baca Juga: Curug Sikopel Banjarnegara, Surga Tersembunyi di Negeri Atas Awan
Untuk diketahui, misi pengabdian di Desa Majatengah ini diampu langsung oleh para guru besar dan tenaga ahli di bidangnya.
Tim pengabdian masyarakat IDBU itu meliputi Prof. Dr. Dra. Meiny Suzery, MS, Prof.Dr.Widayat, ST, MT, Norman Iskandar, ST.MT, dan Dr. Ir. Sulardjaka, ST. MT, IPU. ASEAN Eng.
