PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Gunung Slamet (3428 mdpl) menunjukkan peningkatan aktivitas. Peningkatan aktivitas Gunung Slamet membuat statusnya kini naik dari normal menjadi waspada.
Berdasarkan dari hasil pengamatan visual peralatan seismograf yang ada di pusat pemantauan, sejak tanggal 13 Oktober 2023 aktivitas Gunung Slamet menunjukkan peningkatan secara terus menerus tanpa adanya jeda turun.
Sehingga para ahli memutuskan pada tanggal 19 Oktober status Gunung Slamet ditingkatkan dari level I (normal) menjadi level II (waspada).
Bersamaan dengan naiknya status gunung Slamet ini, maka objek wisata sekitar gunung Slamet juga diperingatkan. Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah mulai mensosialisasikan jalur evakuasi kepada warga.
“Kami minta untuk jalur evakuasi di wilayah kecamatan terdekat dengan bencana agar diinventarisir datanya, selanjutnya disosialisasikan kepada masyarakat,” kata Priyo Satmoko, Kepala BPBD Purbalingga, Selasa (24/10/23).
Ia juga mengimbau masyarakat atau penanggungjawab wisata di Purbalingga agar tidak beraktivitas pada radius 2 km dari kawah puncak Gunung Slamet.
Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait yakni Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang.
Terkait peningkatan level tersebut, Priyo menghimbau masyarakat tidak perlu panik dan tidak terpengaruh dengan info-info yang tidak jelas sumbernya.
"Kita selaku pemerintah sebagai satu sumber informasi yang terupdate, terkini yang bisa dipertanggungjawabkan. Karena kita dasarnya adalah PVMBG yang berada di pusat pemantauan,” ujarnya.
Baca Juga: Aktivitas Gunung Slamet Meningkat, PBPD Purbalingga Lakukan Koordinasi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga menggelar rapat koordinasi (Rakor) berkaitan dengan kondisi aktivitas Gunung Slamet.
Rakor ini dilakukan mendasari surat Kepala Badan Geologi Bandung Nomor : 458.Lap/GL.03/BGV/2023 tertanggal 19 Oktober 2023 dan Surat dari Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah Nomor :360/1046 tanggal 19 Oktober 2023 tentang Penyampaian Peningkatan Tingkat Aktivitas Gunung Slamet dari Level I ( Normal) ke Level II (Waspada).
Gelar rakor tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinporapar Purbalingga, Dinkominfo Purbalingga, Camat dari 5 wilayah yang berdekatan dengan area kaki Gunung Slamet yakni Kecamatan Karangreja, Bobotsari, Mrebet, Bojongsari, Kutasari dan hadir juga Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Purbalingga.
Pada kesempatan yang sama ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Purbalingga Suprapto berharap perkembangan aktivitas Gunung Slamet untuk terus disosialisasikan kepada masyarakat.
“Disosialisasikan lebih intens untuk kawasan yang dekat dengan bencana,” kata Prapto.
Mewakili kepala Dinas Pariwisata dan Olah Raga (Dinporapar) Purbalingga, Dewi menyampaikan bahwa berkaitan dengan peningkatan level Gunung Slamet, maka aktivitas di bangunan pondok pemuda yang digunakan untuk menampung atau transit bagi para pendaki juga sudah ditutup, demikian juga dengan basecamp-basecamp disekitar pendakian gunung slamet.