Ranah.co.id - FIFA resmi membatalkan drawing Piala Dunia U-20 yang rencananya bakal digelar di Bali pada 31 Maret nanti. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga menyampaikan bahwa Panitia Lokal (LOC) sudah mendapatkan pemberitahuan dari FIFA.
Pesan pembatalan dari FIFA ini sifatnya masih lisan yang disampaikan ke Ketua Umum PSSI sekaligus Ketua LOC, Erick Thohir.
Pembatalan drawing Piala Dunia U-20 ini tidak lepas dari adanya penolakan terhadap keikutsertaan Israel di Piala Dunia U-20.
Hal ini dikarenakan, dalam drawing tersebut memang idealnya dihadiri oleh semua peserta, tapi Israel tak bisa datang karena penolakan tersebut.
Update dari FIFA ini sendiri jelas jadi pukulan telak buat Indonesia selaku tuan rumah pesta sepak bola terakbar sejagat di level usia ini. Bisa saja Indonesia dicabut statusnya sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 yang rencananya akan dimulai pada 20 Mei nanti.
Arya Sinulingga selaku anggota Exco PSSI pun berbicara soal potensi sanksi berat dari FIFA.
"Kita yang mengajukan (sebagai tuan rumah), kita melanggar sendiri kesepakatan yang diteken saat mengajukan. Pada 2019 kita bersepakat dengan FIFA, kemudian tiba-tiba di penghujung jelang turnamen kita minta macam-macam," ungkap Arya dikutip dari bolatimes.com pada Senin (27/3/2023).
"Ini jadi sebuah pelanggaran, tapi sanksi bentuknya apa belum bisa diketahui. Indonesia pernah mengalaminya pada 2015 lalu, di-banned FIFA," tambahnya.
"Dampaknya sangat besar, Timnas Indonesia tidak bisa berlaga di pentas internasional. kompetisi kita yang semestinya terafiliasi ke dunia internasional mandek. Salah satu yang membuat Indonesia turun ranking (FIFA) karena ban dari FIFA. Kita tentu tidak ingin hal itu terulang lagi."
Baca Juga: Cerita Lansia Di Palembang Hidup Sendiri Lalu Bunuh Diri, Tulis Wasiat Pilu Untuk Sang Putri
Arya pun kemudian merinci soal potensi sembilan sanksi berat dari induk sepak bola dunia alias FIFA.
Pertama, Indonesia bisa dibekukan oleh FIFA. Kedua, Indonesia bisa dikecam oleh negara-negara lain karena tidak melaksanakan amanat FIFA.
Ketiga, Indonesia tidak bisa mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan kalender FIFA. Keempat, Indonesia tidak akan memiliki kesempatan kembali untuk dipilih FIFA menjadi tuan rumah ajang olahraga.
Kelima, Indonesia akan dicoret sebagai kandidat tuan rumah Piala Dunia 2034. Keenam, federasi olahraga dunia akan mempertimbangkan untuk tidak memilih Indonesia sebagai tuan rumah pesta olahraga termasuk olimpiade.
Ketujuh, Indonesia akan dikecam karena bertindak diskriminatif mencampuradukan olahraga dengan politik. Kedelapan, pemain, pelatih, wasit, klub dan masyarakat kehilangan mata pencaharian dan 500.000 orang lebih terdampak langsung kalau sepakbola Indonesia terhenti.
Kemudian yang kesembilan, Timnas U16, U19, U20 tidak boleh ikut serta dalam ajang sepakbola internasional jika FIFA membekukan PSSI. Hal ini bakal berdampak hilangnya potensi ekonomi hampir triliunan rupiah.