Di tengah proses perceraiannya, Lady Nayoan dan Rendy Kjaernett mengalami musibah kecelakaan tunggal di Tol Cikampek Km 6. Beruntung keduanya berhasil selamat dari maut namun mengalami luka dan cedera.
Teknisi otomotif, Purwono mengungkap penyebab mobil yang dikendarai Rendy Kjaernett bisa menabrak dan terguling. Ia menduga sang aktor FTV menyetir dengan kecepatan tinggi.
"Untuk mobil yang kecelakaan itu saya rasa sudah cukup parah ya, fatal itu. Kerusakannya 70 persen lah. Karena bagian engine rusak semua, bodi semua ringsek, kaca depan pecah. Itu kerusakannya sangat parah," kata Purwono dikutip Rumpita dari Suara.com pada Minggu, (6/8/2023).
Teknisi pun terkejut saat mengetahui penumpang mobil tersebut berhasil selamat dari maut. Ia merasa itu sudah kuasa Tuhan sehingga sopir dan penumpang hanya mengalami luka dan cedera.
"Alhamdulillah, kuasa Tuhan ya mungkin ini suatu hal yang mukjizat bagi Lady karena bisa selamat dari kecelakaan fatal. Kalau dilihat dari kerusakan mobilnya, hampir mustahil lah itu bisa selamat, karena kerusakannya cukup parah," sambungnya.
Di sisi lain pakar transportasi, Deddy Herlambang mengatakan jika Rendy Kjaernett melaju dengan kecepatan tinggi di atas 100 km/jam ketika terjadi kecelakaan.
"Kalau kita lihat dari kondisi mobilnya, dan itu saya yakin itu kencang sekali. Kalau saya melihat dari kecelakaan itu, sepertinya memang kecepatannya di atas 100 km/jam," ucap Deddy Herlambang.
Deddy juga mengungkap pengaku Rendy yang sempat mengaku mengendarai dengan kecepatan normal. Namun menurutnya jika normal mobil yang dikendarainya tak mungkin hancur parah.
"Tidak mungkin kalau memang benar cara drivingnya, tidak mungkin. Kalau memang dia drivernya betul, normal saat itu juga tidak menjadi seperti itu," tambah Deddy.
Baca Juga: Mobil Listrik Murah KX-Upgrade Mulai Didistribusikan ke Konsumen
Sebelumnya Rendy Kjaernett mengungkap kronologi kecelakaan, ia mengaku sempat melakukan konsultasi dengan Lady Nayoan untuk melakukan konseling dengan seorang pendeta karena merupakan proses mediasi sidang cerai.