Selebtek.suara.com - Keluarga mengatakan jika kondisi Eddy Gobloh sebelum meninggal dunia cukup menyedihkan. Apalagi menurut keterangan istri mendiang, Tina sang suami mengidap komplikasi usai usai terkena covid-19 pada tahun lalu.
"Dia meninggalnya karena komplikasi setelah kena Covid-19," kata Tina usai pemakaman Eddy Gombloh di TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta, Jumat (5/8/2022).
Dilansir dari Suara.com, Jumat (5/8/2022) Tina Tubalu mengatakan Eddy Gobloh sempat bolak balik rumah sakit guna memulihkan kondisi kesehatannya usai positif Covid-19.
Sayangnya, bukannya membaik, Eddy Gombloh malah lumpuh dan terpaksa mendapatan perawatan di salah satu rumah sakit di Yogyakarta.
"Jadi waktu ke rumah sakit bisa jalan, pas pulang nggak bisa," katanya.
Gangguan jantung yang Eddy Gombloh idap juga semakin parah.
"Dia kan ada jantung, komorbid juga banyak. Jantungnya bengkak, jadi air nggak bisa keluar dan akhirnya kena ke paru, ginjal," ujar Tina menjelaskan.
Menghadapi kondisi Eddy Gombloh, keluarga menyebut tim dokter sudah berjuang maksimal dalam melakukan pengobatan. Namun karena penyakit yang dialami sudah terlalu parah, nyawa Eddy Gombloh akhirnya tidak tertolong.
"Dokter sudah usahakan yang terbaik, tapi mereka menyerah karena memang sudah hancur di dalam (tubuh) nya," kata Tina Tubalu.
Eddy Gombloh meninggal dunia di Yogyakarta pada 4 Agustus 2022. Menurut keterangan keluarga, Eddy menghembuskan napas terakhir karena henti jantung akibat komplikasi. (*)
Sumber: Suara.com