Dianggap Berbohong Soal Brigadir J, Netizen desak Benny Mamoto Agar Mundur
Selebtek.suara.com - Hingga kini desakan ager Benny Mamoto mundur dari Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) semakin menguat.
Nama Benny Mamoto terus menjadi perbincangan warganet, khususnya di berbagai media sosial.
Ketua Harian Kompolnas tersebut didesak mundur lantaran dianggap menyebarkan berita bohong terkait kasus tewasnya Brigadir J di kediaman Irjen Ferdy Sambo.
Video Beredar Luas
Dalam beberapa waktu terakhir video yang menunjukan Benny Mamoto menjelaskan kronologi tewasnya Brigadir J. beredar luas di media sosial
Dalam video tersebut, Benny Mamoto menepis adanya kejanggalan dalam kasus kematian Brigadir J. Benny yakin Brigadir J meninggal karena baku tembak di kediaman Irjen Ferdy Sambo.
Dalam video yang beredar, Benny yakin Brigadir J ditembak oleh Bharada E karena melakukan pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo.
Kondisi Brigadir J dalam keadaan panik dan tidak fokus dalam membidikkan senjatanya karena kaget sehingga arah tembakannya tidak menentu. Di samping itu, ia juga terhalang tangga," ujar Benny sqaat memberikan keterangan di video tersebut.
Baca Juga: 3 Tips Langgeng Jalani LDR, Nomor 3 Paling Penting!
Sementara Bharada E, menurut Benny, dapat fokus menembak karena posisinya di atas sehingga bisa mengarahkan senjatanya ke arah Brigadir J.
Posisi tersebut dinilai memudahkan Bharada E untuk membidik Brigadir J.
Dalam video, Benny juga menyebut Bharada E adalah pelatih vertical rescue dan penembak nomor satu dalam kesatuannya, sehingga bidikannya tepat sasaran.
Kini pernyataan Benny tersebut telah terpatahkan. Bharada E bukanlah ahli menembak. Hasil penyelidikan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pun telah memastikan fakta tersebut.
Soal Luka Bekas Sayatan
Sementara itu, luka lebam dan sayatan di tubuh jenazah Brigadir J sempat jadi polemik. Benny pun menepis kejanggalan tersebut usai melihat foto-foto setelah kejadian.
"Tidak ada luka sayatan, yang ada luka bekas serempetan bekas peluru atau pecahan peluru. Kalau sayatan itu tipis seperti kena pisau, tetapi ini tidak," ujar Benny.