Ketidakkompakan Para Menteri di Kabinet Jokowi Soal Harga Mie Instan

Selebtek Suara.Com
Kamis, 11 Agustus 2022 | 14:29 WIB
Ketidakkompakan Para Menteri di Kabinet Jokowi Soal Harga Mie Instan
Ilustrasi mie instan (freepik)

Selebtek.suara.com - Warganet kini tengah menyorot soal silang pendapat di antara para menteri di Kabinet Jokowi perihal harga mie instan. Ini lantaran dalam kurun waktu kurang dari seminggu, beberapa Menteri saling mengeluarkan  prediksi soal  harga mie instan.

Semula menteri Pertanian memprediksi kenaikan harga mie instan 3 kali lipat. Pernyataan tersebut seakan diamini oleh Menparekraf Sandiaga Uno. Namun muncul prediksi terbaru dari Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan yang membantah soal potensi Kenaikan harga Mie Instan. 

Berikut tiga pernyataan Menteri di Kabinet Indonesia Maju  soal Harga Mie Instan

1. Menteri Pertanian Syahrul 

Kehebohan soal kenaikan harga mie instan pertama kali muncul setelah Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan harga mi instan di dalam negeri berpotensi naik hingga 3 kali lipat seiring dengan tingginya harga gandum dunia yang disebabkan perang Rusia-Ukraina. 

Mentan Syahrul mengatakan keadaan pangan di dunia saat ini sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Pasalnya, banyak faktor yang mempengaruhi kondisi di sektor pangan.

"Jadi hati-hati yang makan mi banyak, dari mi banyak dari gandum besok harganya 3 kali lipat itu, maafkan saya bicara ekstrem saja ini, ada gandumnya tapi harganya akan mahal banget. Sementara kita impor terus mi gitu loh," kata Syahrul dikutip dari Youtube Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan.

Dia menuturkan, perang Rusia-Ukraina telah menyebabkan kendala konektivitas yang besar terhadap komoditas gandum dan juga pupuk.

Menurutnya, harga pupuk telah terkerek hingga 5 kali lipat dari harga normalnya karena pasokannya terhambat dari kedua negara tersebut yang juga merupakan pemasok bahan baku pupuk terbesar. 

Baca Juga: 4 Dampak Negatif dari Humble Bragging, Bisa Dikira Tidak Tulus!

Syahrul mengungkapkan 13 juta orang di dunia tengah menghadapi ancaman kelaparan dan sebanyak 62 negara tengah menuju kondisi krisis pangan akibat kondisi-kondisi yang menekan sektor pangan tersebut. "Oleh karena itu ada 2 krisis yang segera di hadapi dunia adalah krisis energi dan krisis pangan," ungkapnya.

2. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno

Selain (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, prediksi kenaikan harga me instan juga terlontar dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno

Menteri pariwisata yang juga pengusaha nasional itu bahkan memperingatkan anak-anak kos dan pelaku ekonomi kreatif kuliner yang berjualan mie instan untuk menyiapkan strategi dan inovasi.

"Dampak dari ketidakstabilan ekonomi global karena pandemi dan juga perang Rusia-Ukraina mengakibatkan lonjakan harga gandum, termasuk mie instan dan turunannya," jelas Sandi dalam Instagram-nya @sandiuno dikutip Rabu (10/8/2022).

Sandi juga menjelaskan kenaikan harga gandum bukan tanpa sebab, karena kedua negara tersebut merupakan penyuplai kisaran 30% hingga 40% produksi gandum dunia. 

"Kondisi seperti ini, jangan lantas membuat kita pasrah, justru harus menjadi momentum bagi kita kita untuk mengoptimalkan sumber pangan dan berbagai produk ekonomi kreatif lokal sehingga kita tidak terus-menerus ketergantungan dengan baku impor," pungkas Sandi.

3. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan memastikan harga mi instan tidak akan naik tiga kali lipat seperti informasi yang beredar baru-baru ini.

"Mi instan tidak akan naik tiga kali karena gandum memang trennya naik, karena gagal panen di Australia yakni sekitar 67 juta ton gagal panen," tutur Mendag Zulhas, di Yogyakarta, Kamis, 11 Agustus 2022.

Dia mengatakan, kunjungan Presiden Jokowi yang dilakukan beberapa waktu lalu ke Rusia dan Ukraina berdampak baik terhadap pasokan gandum di Indonesia.

"Presiden pergi ke Rusia dan ternyata berhasil, gandum bebas sekarang. Jadi pasar gandum akan dibanjiri oleh Ukraina," katanya.

Pernyataan Zulhas juga diperkuat dengan kabar panen gandum di sejumlah negara yang diklaim berhasil seperti Australia, Kanada, dan Amerika. Justru menurutnya harga gandum pada September akan turun. Sehingga kabar yang menyebut harga mi instan akan naik tiga kali lipat tidak mungkin.

"Menurut saya, gandum pada September akan turun harganya, trennya akan turun. Jadi kalau tiga kali tidak lah, kalau ada kemarin naik sedikit iya," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI