Selebtek.suara.com - Warganet kini tengah menyorot soal silang pendapat di antara para menteri di Kabinet Jokowi perihal harga mie instan. Ini lantaran dalam kurun waktu kurang dari seminggu, beberapa Menteri saling mengeluarkan prediksi soal harga mie instan.
Semula menteri Pertanian memprediksi kenaikan harga mie instan 3 kali lipat. Pernyataan tersebut seakan diamini oleh Menparekraf Sandiaga Uno. Namun muncul prediksi terbaru dari Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan yang membantah soal potensi Kenaikan harga Mie Instan.
Berikut tiga pernyataan Menteri di Kabinet Indonesia Maju soal Harga Mie Instan
1. Menteri Pertanian Syahrul
Kehebohan soal kenaikan harga mie instan pertama kali muncul setelah Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan harga mi instan di dalam negeri berpotensi naik hingga 3 kali lipat seiring dengan tingginya harga gandum dunia yang disebabkan perang Rusia-Ukraina.
Mentan Syahrul mengatakan keadaan pangan di dunia saat ini sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Pasalnya, banyak faktor yang mempengaruhi kondisi di sektor pangan.
"Jadi hati-hati yang makan mi banyak, dari mi banyak dari gandum besok harganya 3 kali lipat itu, maafkan saya bicara ekstrem saja ini, ada gandumnya tapi harganya akan mahal banget. Sementara kita impor terus mi gitu loh," kata Syahrul dikutip dari Youtube Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan.
Dia menuturkan, perang Rusia-Ukraina telah menyebabkan kendala konektivitas yang besar terhadap komoditas gandum dan juga pupuk.
Menurutnya, harga pupuk telah terkerek hingga 5 kali lipat dari harga normalnya karena pasokannya terhambat dari kedua negara tersebut yang juga merupakan pemasok bahan baku pupuk terbesar.
Syahrul mengungkapkan 13 juta orang di dunia tengah menghadapi ancaman kelaparan dan sebanyak 62 negara tengah menuju kondisi krisis pangan akibat kondisi-kondisi yang menekan sektor pangan tersebut. "Oleh karena itu ada 2 krisis yang segera di hadapi dunia adalah krisis energi dan krisis pangan," ungkapnya.
2. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno
Selain (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, prediksi kenaikan harga me instan juga terlontar dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno
Menteri pariwisata yang juga pengusaha nasional itu bahkan memperingatkan anak-anak kos dan pelaku ekonomi kreatif kuliner yang berjualan mie instan untuk menyiapkan strategi dan inovasi.
"Dampak dari ketidakstabilan ekonomi global karena pandemi dan juga perang Rusia-Ukraina mengakibatkan lonjakan harga gandum, termasuk mie instan dan turunannya," jelas Sandi dalam Instagram-nya @sandiuno dikutip Rabu (10/8/2022).
Sandi juga menjelaskan kenaikan harga gandum bukan tanpa sebab, karena kedua negara tersebut merupakan penyuplai kisaran 30% hingga 40% produksi gandum dunia.