Selebtek.suara.com - Hari ini, Ferdy Sambo dipertemukan dengan orangtua dari korban Brigadir J. Pada momen tersebut, mantan Kadiv Propam itu sempat mengucapkan permintaan maaf kepada keluarga.
"Saya sangat memahami perasaan bapak dan ibu. Saya mohon maaf atas apa yang telah terjadi," kata Ferdy Sambo yang saat itu mengenakan kemeja hitam.
Suami Putri Candrawathi ini juga mengaku menyesal atas perbuatannya. Ia akui apa yang dilakukan karena saat itu tak bisa mengontrol emosi dan tak berpikir jernih.
Namun, Ferdy Sambo tetap bersikukuh jika apa yang telah ia lakukan karena Brigadir J telah melakukan hal tak senonoh kepada istrinya. Saat itu, beberapa orang yang ada dipersidangan tampak tak terima.
"Saya sangat menyesal, saat itu saya tidak mampu mengontrol emosi dan tidak jernih berpikir di awal lewat persidangan ini saya menyampaikan bahwa peristwa yang terjadi adalah akibat dari kemarahan saya atas perbuatan anak bapak kepada istri saya," lanjutnya.
![Kolase Tatapan Sinis Ferdy Sambo saat Ayah Yosua di persidangan. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa, Youtube/ KOMPASTV]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2022/11/01/1-kolase-tatapan-sinis-ferdy-sambo-saat-ayah-yosua-di-persidangan-antara-fotomuhammad-adimajarwa-youtube-kompastv.jpg)
Tuduhan kepada Brigadir J pun akan ia buktikan di persidangan. Ferdy Sambo siap mendapatkan sanksi jika memang terbukti salah.
"Itu yang akan saya sampaikan dan nanti akan dibuktikan di persidangan. Saya yakini bahwa saya kalau berbuat salah saya akan pertanggungjawabkan," ucap Ferdy Sambo.
Sekadar pengingat, kasus ini bermula saat tewasnya Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Saat itu disebutkan jika meninggalnya Brigadir J akibat tembak menembak dengan Bharada E.
Namun, terungkap jika hal itu hanyalah karangan Ferdy Sambo untuk menutupi rencana busuknya membunuh ajudannya itu. Ia mengaku tak terima istrinya diperlakukan tak senonoh oleh Brigadir J. (*)
Baca Juga: Adzam Makin Nempel Sama Papa Sayang, Nathalie Holscher: Dia Cinta Pertama Aku