Selebtek.suara.com - Misteri kematian tidak wajar yang dialami Prajurit Dua (Prada) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) Muhammad Indra Wijaya akhirnya terungkap.
Berdasarkan hasil otopsi yang diserahkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang kepada pihak keluarga dan Komandan Polisi Militer (Danpom), diketahui bahwa Prada Indra meninggal karena luka akibat benda tumpul. Hasil otopsi ini sekaligus menampik dugaan bahwa Indra wafat karena dehidrasi saat bertugas di Biak, namun karena tindak kekerasan.
"Berdasarkan hasil autopsi, Indra Wijaya meninggal disebabkan kekerasan (benda) tumpul pada perut, sehingga menyebabkan kerusakan pada organ limpa," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau), Marsekal Pertama Indan Gilang Buldansyah, ketika dikonfirmasi awak media, Minggu (4/12/2022).
Tindakan kekerasan yang dilakukan para seniornya itu telah mengakibatkan kerusakan pada organ dalam Prada Indra.
Setelah menerima dokumen hasil otopsi, pihak keluarga yang diwakili pengacara bertemu dengan Danpom Koopsud III selaku penyidik di Puspomau, Jakarta.
"Hasil visum yang diterima Pom Koopsud III selanjutnya akan dijadikan materi penyidikan," terang Indan.
Penyidik juga akan memeriksa ahli dari dokter forensik RSUD Tangerang terkait hasil otopsi Prada Indra.
Selanjutnya, keempat tersangka yang diduga melakukan kekerasan terhadap Prada Indra adalah seniornya, yakni Prada SL, Prada MS, Pratu DD, dan Pratu BG.
Keempat tersangka pelaku tindak kekerasan tersebut saat ini resmi ditahan di POM Koopsud III Biak, Papua.
Baca Juga: Heru Budi Copot Sekda Marullah, Ormas Betawi Ngamuk: Ini Penghinaan, Kami Tersinggung!
"Hingga saat ini, Pom Koopsud III telah menetapkan empat tersangka atas meninggalnya Prada M Indra Wijaya, keempatnya telah ditahan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut," ujar Indan.
Keempat tersangka tak hanya menganiaya Pra Indra Wijaya hingga tewas. Mereka juga menganiaya enam prajurit TNI AU yang merupakan teman satu angkatan Prada Indra. Motif penganiayaan tersebut adalah pembinaan disiplin dari senior kepada junior.