Selebtek.suara.com - Starbucks, yang merupakan salah satu kedai kopi populer di Indonesia, juga digunakan sebagai tempat pertemuan dan bekerja oleh banyak orang meskipun harganya terbilang tinggi.
Di Indonesia sendiri, Starbucks memiliki lebih dari 500 cabang, menjadikannya salah satu negara dengan jumlah gerai terbanyak.
Namun, ada pernyataan menarik yang menyebutkan bahwa di balik layar, Starbucks sebenarnya adalah bank dan kedai kopi hanya merupakan kedoknya.
Pernyataan ini muncul saat Starbucks meluncurkan kartu keanggotaan di semua tokonya, dengan saldo reward mencapai Rp 25,8 triliun.
Saldo tersebut dapat dikonversi untuk mengembangkan bisnis, menjadikan Starbucks lebih dari sekadar kedai kopi belaka.
“Semua tabungan bisa dikonversi menjadi perluasan usaha,” ujar akun TikTok @talkinuang dikutip Selebtek.suara.com pada Jumat 7 Juli 2023.
Meskipun demikian, Starbucks bukanlah bank konvensional dan tidak memiliki persyaratan khusus seperti pembayaran bunga atau dana pemerintah.
Untuk mendapatkan kartu keanggotaan Starbucks, pelanggan hanya perlu melakukan deposit minimal Rp100.000.
Kartu keanggotaan ini dapat digunakan untuk membeli produk Starbucks dan pendaftarannya dilakukan melalui aplikasi Starbucks Indonesia.
Baca Juga: Pemuda di Batam Tertangkap Basah Tanam Ganja di Halaman Rumah Pakai Pot Hidroponik
Model bisnis Starbucks memastikan bahwa uang yang beredar di kartu keanggotaan tetap berada dalam ekosistem Starbucks.
Menjadikannya seolah-olah konsumen membiayai perluasan bisnis Starbucks dengan dana yang tersimpan di kartu tersebut.
Meskipun terlihat sebagai kedai kopi biasa, Starbucks memiliki peran yang lebih kompleks dan menjadi salah satu bank terbesar di Amerika Serikat.(*)