Selebtek.suara.com - Rafael Tan mengaku sakit hati kepada kedua orangtuanya karena bercerai. Kondisi itu membuatnya marah dan tinggalkan Tuhan.
Melansir kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Rafael Tan membeberkan kisah pilu yang ia alami saat orangtuanya berpisah.
"Gua sakit hati. Kecewa karena menurut gue mereka mementingkan diri mereka sendiri lah," ungkap Rafel Tan, dikutip pada Minggu (16/7/2023).
"Tidak melihat bahwa akan adanya anak mereka yang menjadi korban semua ini," lanjutnya.
Pria yang kini populer dengan sebutan Duta Seblak ini mengaku iri dengan teman-temannya yang masih mempunyai keluarga yang utuh.
Yang paling menyedihkan, akibat perceraian orangtuanya itu Rafael tidak memiliki foto keluarga yang lengkap.
"Waktu itu kan gue kelas 6 SD, gue kalau melihat temen tuh orangtuanya rukun-rukun. Bahkan sampai sekarang gue gak punya foto keluarga yang komplit gitu loh," tutur Rafael.
![Rafael Tan [YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2023/07/15/2-screenshot-2023-07-15-120727.png)
Saking ingin memiliki foto keluarga lengkap, Rafael sempat mengedit dan menyatukan foto ayah dan ibunya agar terlihat seperti foto bersama.
"Gua sampai harus, ketemu terus foto sama bokap, terus nanti ketemu nyokap, ini adek gue ini nyokap, terus di edit. Saking pengen punya foto keluarga," ujar Rafael.
Baca Juga: Buka Peluang Balikan dengan Frislly Herlind, Jordi Onsu: Mudah-mudahan Hasilnya Baik
Namun, kini personil boyband ini bersyukur lantaran keluarganya sudah bisa bertemu kembali.
"Dulu gak bisa, tapi sekarang untungnya udah bisa ketemu lagi," katanya.
Di kesempatan yang lain, Rafael sempat mengaku jika perceraian orangtuanya membuatnya kesal dan marah pada Tuhan. Ia bertanya kenapa diberi keluarga yang berantakan.
"Waktu orangtua bercerai, saya marah pada Tuhan dan saya meninggalkan Tuhan," ucap Rafael.
Sejak orang tuanya bercerai, Rafael pun memilih untuk tinggal dengan neneknya. Sejak saat itu ia mulai berhenti untuk pergi ke Gereja dan menjalani hidup dengan kesedihan.
Namun, setelah bertahun-tahun tak percaya pada Tuhan, Rafael akhirnya sadar dan bertobat. Ia pun memutuskan memeluk agama Kristen Protestan dan dibaptis.(*)