Komentar-komentar positif dari UMKM dan konsumen yang senang dengan masakan seblaknya jauh lebih banyak.
"Komenan negatif itu tuh ketutup banget sama komen-komenan yag ada komen dari tukang kerupuk, 'Aduh Kak Rafael terima kasih baget, sebelum itu tuh aku jualan kerupuk ini tuh susah banget'," ceritanya.
"Dengan adanya seblak Rafael jadi kewalahan untuk nerima permintaan dari pasar-pasar," ujarnya.
Rafael berbahagia karena usahanya memberikan manfaat bagi banyak orang, khususnya UMKM.
Meski kini dikenal sebagai Rafael Seblak, namun ia tidak malu karena dapat turut membantu banyak masyarakat.(*)