Selebtek.suara.com - Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) sedang mengalami pertempuran bisnis yang semakin memanas.
Bukan hanya Aqua, sekarang banyak pemain baru yang meramaikan pasar AMDK dan berhasil menarik perhatian masyarakat.
Persaingan yang dahulu dikuasai oleh Aqua kini semakin ketat dan menarik perhatian bukan hanya para pelaku bisnis, tetapi juga para pakar.
Indrawan Nugroho, seorang Konsultan Manajemen dan Inovasi, baru-baru ini memberikan analisisnya melalui kanal YouTube miliknya.
Dalam perbandingan menariknya, Indrawan menggambarkan persaingan dalam bisnis AMDK sebagai perjuangan antara 'David melawan Goliath'.
Ia merujuk pada cerita legendaris di masa lalu yang mengilustrasikan bagaimana pihak yang lemah mampu mengalahkan musuh yang lebih besar dan kuat.
Indrawan, yang juga pendiri dan CEO Corporate Innovation Asia (CIAS), berpendapat bahwa merek-merek baru mulai mengguncang posisi merek-merek yang mendominasi pasar saat ini.
![Aqua dan ribuan pemain baru [YouTube Indrawan Nugroho]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2023/08/09/1-aqua-dan-ribuan-pemain-baru.jpg)
Meskipun Aqua adalah pemain lama yang besar dalam industri AMDK di Indonesia, persaingan semakin kompetitif.
Di Indonesia, terdapat sekitar 900 perusahaan dalam industri AMDK dengan lebih dari 2.000 merek yang bersaing memperebutkan pangsa pasar.
Baca Juga: Perjalanan Kisah Sukses Warren Buffett: Dari Jual Koran di SMA Hingga Menjadi Orang Terkaya di Dunia
Setiap merek AMDK menggunakan strategi khusus untuk mendapatkan tempat di hati konsumen.
Indrawan menyatakan bahwa cerita ini menarik karena melibatkan upaya besar dari pemain kecil dalam industri ini untuk menantang dominasi merek besar.
Ia menggambarkan ini sebagai kisah modern tentang David melawan Goliath.
Dalam sebuah laporan, Statista mencatat bahwa nilai pasar AMDK mencapai USD10,24 miliar atau sekitar Rp152 triliun pada tahun 2022, menjadikannya pasar terbesar kelima di dunia.
Bahkan, proyeksi Statista menunjukkan pertumbuhan sebesar 26,5 persen dalam lima tahun mendatang, mencapai USD12,95 miliar.
Meskipun potensi pasar besar, Aqua mengalami penurunan pangsa pasar.