Selebtek.suara.com - Kisah rumah tangga Lady Nayoan dan Rendy Kjaernett yang sempat terguncang oleh perselingkuhan akhirnya kini telah berakhir.
Lady Nayoan telah memutuskan untuk berbaikan alias rujuk dengan Rendy Kjaernett meskipun dia beberapa kali tertangkap berselingkuh dengan Syahnaz Sadiqah.
Kini, pasangan ini juga bersedia untuk berbicara terbuka tentang pengalaman mereka dalam beberapa program televisi.
Selain itu, mereka yang menikah sejak tahun 2014 juga semakin aktif membagikan momen mesra mereka di media sosial.
Namun, sayangnya, aktivitas ini telah menimbulkan tuduhan dari sebagian warganet yang berpendapat bahwa semua ini hanya sebuah skenario untuk meningkatkan popularitas.
Tuduhan ini telah didengar oleh Lady, yang kemudian memberikan klarifikasi dalam percakapannya dengan Feni Rose.
Lady yang baru saja berulang tahun ke-33 mengungkapkan bahwa memang ada beberapa settingan dalam masalah yang mereka hadapi.
"Memang (kami) ada dalam masalah ya, bukan di-setting-setting. Di-setting-nya sama Tuhan," kata Lady, seperti dikutip pada Kamis (31/8/2023).
"Jadi kalau misalnya dibilang, 'Kok nggak mau ke TV' (atau) takut atau apa, sebenarnya bukan. Ya aku lebih ke menyelesaikan masalahku dulu," sambung Lady.
Baca Juga: Ogah Minta Maaf Usai Disebut Orang Ketiga Ari Wibowo dan Inge Anugrah, Rafael Tan: Masuk dalam...
Lady juga mengakui bahwa dia telah menyetujui untuk berbicara dalam empat podcast setelah kontroversi perselingkuhan suaminya dengan Syahnaz.
"Semua podcast yang aku lakukan sebelumnya sebenarnya hanya empat, dan itu semuanya dilakukan di awal setelah aku memposting, ya kita bersepakat dengan empat podcast ini. Kemudian setelah itu, kami melangkah pada proses gugatan, dan kami fokus pada itu," jelas Lady.
Lebih lanjut, Lady dengan jujur mengungkapkan bahwa kecelakaan besar yang dialaminya bersama Rendy memberikan perspektif baru baginya, yang akhirnya membawanya kembali untuk memutuskan untuk berbaikan dengan suaminya.
Ia merasa bahwa ini adalah kesempatan kedua yang diberikan Tuhan kepadanya.
"Saya menyadari bahwa hidup ini singkat, dan jika saya hanya mencari kebahagiaan pribadi, itu tidak akan cukup. Setelah kejadian itu, saya sadar bahwa saya tidak sendirian, dan saya juga harus memikirkan kebahagiaan anak-anak saya," jelasnya.
"Kembali kepada spiritualitas dan memiliki anak, saya harus memikirkan apakah saya akan bahagia sendiri ataukah anak-anak saya juga bahagia. Jadi, ada tanggung jawab besar dalam hal ini," pungkasnya.(*)