semarang

Ancaman Gelombang Tinggi Pertengahan Juni 2022, Pesisir Utara Jawa Tengah Harus Bersiap

Semarang Suara.Com
Jum'at, 03 Juni 2022 | 01:04 WIB
Ancaman Gelombang Tinggi Pertengahan Juni 2022, Pesisir Utara Jawa Tengah Harus Bersiap
Humas Pemprov Jateng

SUARA SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerima laporan BMKG bahwa pada pertengahan Juni 2022 diprakirakan akan terjadi gelombang tinggi.

Waktu yang tinggal dua minggu ini digunakan Ganjar Pranowo untuk berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk mengantisipasi gelombang tinggi.

Selain gelombang tinggi BMKG juga melaporkan potensi adanya siklon dari Australia yang bisa menambah naiknya permukaan air.

"Dari BMKG di tengah bulan ini ada potensi terjadinya gelombang tinggi juga," ujarnya, Kamis (2/6/2022).

Adapun langkah yang dilakukan Ganjar Pranowo adalah mengingatkan kepala daerah yang wilayahnya rawan terjadi rob, terutama pesisir utara Jawa Tengah.

Kabupaten atau kota berpotensi rob, seperti Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang dan Demak dimintanya menyampaikan bantuan yang diperlukan.

Ganjar meminta seluruh pihak menyisir area yang berpotensi jebol jika terjadi rob. Inventarisasi tersebut harus segera dilakukan agar titik-titik itu bisa segera diperkuat.

Sedangkan untuk tanggul0tanggul yang jebol sementara ditambal dengan bambu dan sandbag, dalam dua pekan ini dikebut pengerjaannya.

Penanganan diganti dengan materia geobox yang disebut lebih kuat.

"Nah pekerjaan-pekerjaan inilah yang dalam beberapa hari ini akan menjadi perhatian kita. Sambil semua disiplin pada bidang masing-masing agar dalam dua minggu ini pekerjaan bisa selesai," ujarnya.

Secara keseluruhan, Ganjar mengatakan bencana rob yang terjadi pada minggu lalu disebabkan faktor cuaca.

Ketinggian air laut yang naik hingga 1,5 sampai 2 meter juga menyebabkan tanggul jebol.

Berkaca dari pengalaman kemarin, Ganjar meminta seluruh pihak bekerja cepat dan segera melaporkan kepadanya.

"Saya minta besok sudah ada laporan pompa-pompa mana yang mati. Laporkan kepada kami agar kami bisa segera menghidupkan lagi atau barangkali mencari substitusi atau pengganti agar kemudian kalau terjadi seperti itu kita bisa menyedot air ke laut jauh lebih cepat," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI